Prabowo Ajak Pengusaha Jepang Investasi di Indonesia: Filosofi Kami, Seribu Teman Terlalu Sedikit

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengajak para pengusaha Jepang untuk memperluas investasi di Indonesia dalam forum Indonesia–Japan Business Forum yang digelar di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Ia menyebut Indonesia merupakan negara yang sangat terbuka terhadap kerja sama ekonomi global serta berkomitmen menjaga stabilitas hubungan internasional.

“Indonesia, seperti yang Anda ketahui, adalah negara yang terbuka terhadap dunia. Secara geografis dan historis, Indonesia merupakan ekonomi terbuka. Kami bergantung pada perdagangan dan kemitraan ekonomi yang erat. Karena itu, kebijakan luar negeri kami selalu berprinsip non-blok,” ujar Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Baca juga: Prabowo Ingin Kemitraan Indonesia-Jepang Naik Kelas, Sebut Dunia Makin Kecil

Ia lalu menjelaskan prinsip kerja sama yang telah menjadi landasan utama Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk Jepang yang selama ini menjadi salah satu mitra ekonomi penting.

“Filosofi kami adalah: seribu teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujar kata Prbaowo.

Ia menyebutkan, pendekatan tersebut menempatkan Indonesia dalam posisi yang stabil di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Menurut dia, hal itu pula yang menjadi keuntungan Indonesia.

“Indonesia berada dalam posisi yang nyaman karena kami tidak memiliki musuh,” kata Prabowo.

Baca juga: Di Depan Pebisnis Jepang, Prabowo: Indonesia Saat Ini Bukan Indonesia yang Anda Kenal

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan reformasi guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan, menegakkan supremasi hukum, serta mendorong transformasi ekonomi melalui industrialisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

Selain itu, Indonesia tengah mempercepat pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, serta berbagai sektor manufaktur dan ekonomi digital yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama mitra internasional.

Baca juga: Prabowo Minta Maaf ke Para Menterinya karena Terlalu Micromanage

Melalui berbagai langkah tersebut, ia berharap kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Jepang dapat semakin diperkuat dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia pun mengundang para pengusaha Jepang untuk berpartisipasi dalam berbagai peluang investasi yang tersedia di Indonesia.

“Kami tidak hanya menawarkan peluang, tetapi juga kemitraan nyata,” kata Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mantan PM Nepal Oli Ditangkap, Terkait Kelalaian dalam Aksi Protes Mematikan Generasi Z
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Laba DCI Indonesia (DCII) Tembus Rp1 Triliun di 2025
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
WFA di Tengah Krisis Energi Efektifkah?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Menko Muhaimin Kritik Konsep Kreatif Amsal Sitepu Dihargai Rp 0: Jangan Bunuh Kreativitas!
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Keluar Darah Setelah Berhubungan Suami Istri, Apa Penyebabnya?
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.