Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pasukan NATO telah mencegat rudal baru yang ditembakkan dari Iran. Rudal tersebut yang keempat sejak dimulainya perang Timur Tengah.
Dilansir AFP, Senin (30/3/2026), menurut pihak berwenang, tidak satu pun dari keempat proyektil tersebut berhasil mengenai wilayah Turki.
"Sebuah amunisi balistik, yang telah dipastikan ditembakkan dari Iran dan telah memasuki wilayah udara Turki, telah dinetralisir oleh pasukan pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur," kata pernyataan kementerian tersebut.
Sebagai anggota aliansi pertahanan pimpinan AS, Turki, yang berbatasan dengan Iran, sebagian besar terhindar pembalasan dari Teheran seperti yang dialami negara-negara di Timur Tengah.
Ankara, yang sejak lama kritis terhadap Iran dan Israel, telah berupaya menghindari terseret ke dalam perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
(rfs/idn)





