Sarifah Minta Pemerintah Tuntut Tanggung Jawab Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sarifah Ainun Jariyah, menyoroti perlindungan terhadap prajurit TNI yang bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Pernyataan itu disampaikan menyusul gugurnya satu prajurit TNI dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan artileri yang dilancarkan oleh pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan pada Minggu (29/3).

"Saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia di Lebanon. Mereka adalah putra terbaik bangsa yang mengabdikan diri untuk misi kemanusiaan dan perdamaian," kata Sarifah.

BACA JUGA: Hari Sumpah Pemuda, Sarifah Dorong Kolaborasi Lawan Pelecehan Seksual dan Perkuat Demokrasi

Politikus yang akrab disapa Teh Sarifah itu juga mengutuk keras serangan yang menimpa posisi pasukan penjaga perdamaian PBB atau United Nations Interim Force in Lebanon. "Saya mengutuk keras serangan artileri Israel yang dampaknya secara langsung menghantam zona operasi pasukan penjaga perdamaian PBB," tegasnya.

Legislator yang membidangi isu luar negeri dan pertahanan ini mengingatkan bahwa sebelumnya ia telah menyampaikan peringatan mengenai tingginya ancaman terhadap prajurit TNI di Lebanon. Sebelum insiden ini terjadi, pada November 2024, Sarifah pernah mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap keselamatan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

BACA JUGA: Sarifah Sampaikan Duka, Desak Pengusutan Tuntas Kematian Zetro di Peru

"Dalam konteks eskalasi yang sedang terjadi, penting bagi pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI, untuk memastikan bahwa pasukan perdamaian yang dikirim mendapat perlindungan maksimal dan dukungan logistik yang memadai, mengingat situasi keamanan yang dapat berubah dengan cepat," ujarnya mengutip pernyataannya sebelumnya.

Sarifah juga menyoroti bahwa beberapa waktu lalu dirinya telah mempertanyakan kesiapan dan perlindungan bagi ribuan personel TNI yang tetap dipertahankan di Lebanon, di saat beberapa negara pengirim pasukan lainnya mulai menarik mundur kontingen mereka akibat ancaman serangan udara dan artileri Israel yang tidak rasional.

BACA JUGA: Kebocoran Data BPJS dan Rekening Jadi Contoh, Sarifah Ingatkan Pemerintah Bahaya Payment ID

Sarifaf menilai serangan Israel terhadap posisi UNIFIL menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional. Menurutnya, Israel sudah tidak menghargai UNIFIL yang jelas merupakan aset PBB yang dilindungi hukum internasional dan paling krusialnya adalah Indonesia.

Peristiwa ini harus disikapi serius oleh Pemerintah Indonesia. Sarifah menekankan pemerintah perlu menekan Israel untuk meminta pertanggungjawaban atas serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI. Langkah diplomatik dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk memanfaatkan forum multilateral di PBB maupun mekanisme bilateral yang tersedia.

Selain itu, Sarifah juga mendorong evaluasi terhadap rencana pengiriman pasukan ke wilayah konflik lainnya. Serangan ini harus menjadi pertimbangan serius. Indonesia harus bersikap untuk tidak mengirimkan tentara ke Gaza mengingat situasi yang tidak menentu. "Tidak ada jaminan keamanan dari pihak mana pun karena Israel sendiri terbukti tidak taat pada aturan internasional," ujarnya merujuk pada dinamika geopolitik terkini.

Dari sisi kebijakan pertahanan, Sarifah menekankan tiga langkah konkret yang harus segera dilakukan pemerintah. Pertama, transparansi mengenai kronologi kejadian, termasuk memastikan apakah prosedur keamanan yang dimiliki TNI di lapangan sudah sesuai dengan eskalasi ancaman. Kedua, perlindungan diplomatik dengan menuntut jaminan keamanan dari pihak-pihak yang bertikai agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ketiga, pemberian penghargaan dan santunan tertinggi kepada korban dan keluarga, serta perawatan terbaik bagi prajurit yang luka-luka," tegasnya.

Pemerintah dan TNI perlu memastikan bahwa setiap prajurit yang ditugaskan dalam misi perdamaian memiliki perlindungan maksimal, baik dari sisi peralatan, sistem keamanan, maupun koordinasi internasional. "Indonesia tetap berkomitmen pada perdamaian internasional, tetapi keselamatan prajurit harus menjadi prioritas nomor satu," pungkas Sarifah.

Kementerian Pertahanan sebelumnya membenarkan bahwa satu personel TNI tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan artileri di Lebanon Selatan. Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah perbatasan Lebanon. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sarifah Dorong Indonesia Tengahi Konflik Kamboja-Thailand, Bangkitkan Semangat Dasasila Bandung


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terkait Kasus Amsal Sitepu di Sumut, Ketum Gekrafs Kawendra : Jangan Dzolimi Pejuang Ekraf!
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Menangi MotoGP Amerika Serikat, Bezzecchi Nyaman di Puncak Klasemen
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Diskominfo Sultra sasar sekolah edukasi larangan medsos bawah 16 tahun
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Kabar Bahagia, Anak Kedua Menteri AHY Lahir di Jakarta
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Trump Klaim AS Mulai Ambil Langkah untuk Kendalikan Selat Hormuz
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.