Menlu: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Harumkan Nama Bangsa dan Jalankan Misi Perdamaian

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menlu mengatakan pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit TNI yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon.

Menlu: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Harumkan Nama Bangsa dan Jalankan Misi Perdamaian. (Foto: BPMI)

IDXChannel - Pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur atas dedikasi dan pengabdian dalam misi perdamaian dan keamanan internasional United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon, menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS, akibat serangan Israel di Lebanon Selatan. Serangan itu juga menyebabkan tiga anggota TNI lainnya terluka.

Baca Juga:
TNI AD Persiapkan Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Palestina

“Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Sugiono mengatakan, prajurit TNI yang gugur dan terluka, telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui profesionalisme tinggi dalam misi perdamaian dunia.

Baca Juga:
TNI Akan Dikirim ke Gaza dalam 2 Bulan ke Depan, RI Diminta Jadi Wakil Komandan ISF

“Memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama harum dan nama baik bangsa dan negara, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia,” ungkapnya.

Terkait dengan pemulangan jenazah prajurit yang gugur, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan pemulangan berlangsung cepat ke tanah air. Ia juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi seluruh personel.

Baca Juga:
Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Lebanon Kena Serangan Israel, Satu Gugur Tiga Terluka 

“Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut, melalui jalur perundingan diplomasi untuk menurunkan intensitas ketegangan dan konflik guna mencegah kekerasan kembali terjadi.

“Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi,” kata Sugiono.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Mau Warganya Kesulitan, Australia Pangkas 50% Pajak BBM demi Tekan Harga
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kebiasaan Komunikasi Buruk yang Membuat Hubungan Rentan Hancur
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains di Akpol Semarang
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Niat Sholat Taubat Lengkap dengan Tata Cara
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Mengintip Makam Paling Berbahaya di Dunia, Kisah Nyata Korban Ledakan Nuklir yang Bikin Merinding
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.