Warga Indramayu Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Jalan Tak Diperbaiki

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, protes dengan kondisi jalan di wilayahnya yang sudah bertahun-tahun rusak. Sebagai bentuk kekecewaan, mereka menanam pohon pisang di setiap lubang pada jalan tersebut.

‎‎Salah seorang warga setempat, Darkim, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer tersebut sudah sangat parah. ‎Menurutnya, lubang-lubang di sepanjang jalan itu begitu dalam sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

‎"Kondisinya lebih parah dari sini sampai ke sana. Rusak semua, bahkan di beberapa titik warga menanam pohon pisang. Kalau hujan, jalannya banjir dan makin parah," ujar Darkim kepada kumparan, Senin (30/3).

‎Ia menambahkan bahwa sebelumnya sempat ada pemberian material koral, namun hal itu dinilai hanya sekadar peredam protes masyarakat tanpa ada tindak lanjut pembangunan permanen.

‎Pak Darkim pun secara terbuka meminta perhatian dari pemerintah daerah, termasuk Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk menangani masalah tersebut.

‎"Harapan warga ya cepat-cepat minta dibangun itu aja. Minta Bapak Lucky Hakim mohon, mohon kehadirannya cepat dibangun Desa Gadingan. Katanya sih dari pihak pamong desa bulan lima (Mei) mau dibangun, tapi bagi saya masyarakat kan enggak tahu pastinya, cuma katanya saja," kata Darkim penuh harap.

‎"Kalau mobil sedan lewat sini tidak bisa, pasti gasruk (terbentur). Truk bermuatan pun tidak ada yang berani lewat," tambahnya.

Tanggapan Pemkab

Aksi warga menanam pohon pisang di jalan rusak itu viral di media sosial. Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menanggapinya. Ia bilang akan meninjau langsung kondisi jalan di Desa Gadingan.

Maulana mengungkapkan perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam agenda prioritas tahun anggaran 2026. Nantinya jalan kabupaten ruas Sudikampiran–Gadingan tersebut akan ditingkatkan kualitasnya menggunakan konstruksi beton atau betonisasi.

‎‎"Rencana awal bulan April 2026 ini kita sudah tayang tender. Nilainya Rp 3,5 miliar dengan panjang 1,4 kilometer. Semuanya akan dibeton dengan ketebalan 20 cm dan lebar 5 meter," jelas Maulana, Senin (30/3).

Pengerjaan betonisasi di Desa Gadingan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender setelah pemenang tender ditetapkan.

Sambil menunggu proses lelang hingga penetapan pemenang, Dinas PUPR berjanji akan melakukan penanganan darurat.

‎‎"Besok kita kirim material untuk pengurukan lubang agar pengendara lebih nyaman. Kami mohon kerja sama masyarakat, nanti pohon pisangnya dipindahkan agar jalan bisa diratakan dan digilas dulu," tambahnya.

‎‎Secara umum, Maulana Malik memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar pada tahun 2026 untuk infrastruktur. ‎‎Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 60 miliar dialokasikan untuk irigasi dan sisanya untuk jembatan serta jalan.

‎‎Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten di Indramayu diklaim telah mencapai 88 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebulan Perang AS-Israel Lawan Iran, Pasar Saham Global Kehilangan Rp194,9 Kuadriliun
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wamenhaj Siapkan Strategi Baru Layanan Kesehatan Haji, Fokus pada Jamaah Lansia
• 13 jam lalumatamata.com
thumb
Cermin Rupanya Bisa Ganggu Tidur. Ini Penjelasannya
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
3 Film Lebaran 2026 Sudah 1 Juta Penonton, Na Willa Siap Nyusul?
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sidrap Terima Penghargaan Pemprov Sulsel, Ekonomi Tumbuh dan Kebersihan Diakui
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.