REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK, – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu berbagai sektor strategis, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Memasuki musim kemarau yang diprediksi panjang, Sujiwo meminta kepolisian menangkap pelaku pembakaran lahan.
"Dampak karhutla ini sangat luas. Bukan hanya lahan terbakar dan kabut asap, tetapi bisa melumpuhkan banyak sektor. Saya sudah minta kepada Pak Kapolres untuk menangkap pelaku pembakaran lahan," ujar Sujiwo di Sungai Raya, Senin.
Sujiwo menjelaskan kabut asap akibat karhutla dapat memaksa penghentian aktivitas belajar mengajar karena kondisi udara yang tidak sehat. Selain itu, peningkatan kasus penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Di sektor ekonomi, dampak karhutla dapat mengganggu transportasi, khususnya penerbangan, yang berdampak pada distribusi barang dan mobilitas masyarakat. "Jika penerbangan terganggu, maka pergerakan ekonomi ikut terhambat, termasuk aktivitas investasi di daerah," tuturnya.
Pencegahan Sebagai Kunci
Menyikapi potensi tersebut, Sujiwo mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, apa pun alasannya. Ia menegaskan bahwa langkah pencegahan menjadi kunci utama dalam menghindari bencana karhutla.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Atas nama pemerintah bersama Forkopimda, kami mengajak masyarakat untuk menahan diri. Jangan melakukan pembakaran lahan karena dampaknya sangat besar bagi kita semua," katanya.
Menurut Sujiwo, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan mematuhi imbauan pemerintah.
"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak perlu ikut memadamkan, cukup dengan tidak membakar lahan, itu sudah sangat membantu," kata Sujiwo.