Penulis: M. Ramadan
TVRINews, Anambas
Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan generasi muda di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Bertempat di Pantai Teluk Sadang, Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, para pemuda setempat bersama Yayasan Anambas Foundation menggelar aksi bersih-bersih pantai (coastal cleanup) di kawasan yang menjadi lokasi favorit penyu untuk bertelur.
Dari kegiatan tersebut, sebanyak 350 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari sepanjang garis pantai yang termasuk wilayah konservasi.
Temuan ini sekaligus menjadi peringatan akan ancaman serius sampah, terutama plastik, terhadap ekosistem pesisir.
Pegiat konservasi penyu setempat, Idris, menyebut keberadaan sampah sangat mengganggu siklus alami penyu, khususnya saat naik ke darat untuk bertelur.
“Sekitar 350 kilogram sampah berhasil kami kumpulkan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut agar penyu bisa bertelur dengan nyaman dan pantai tetap bersih serta asri,” ujarnya.
Pantai Teluk Sadang selama ini dikenal sebagai kawasan konservasi perairan dengan kondisi alam yang masih terjaga.
Air laut yang jernih dan hamparan pasir putih menjadikannya daya tarik wisata. Namun, ancaman sampah kiriman maupun limbah domestik masih menjadi tantangan utama.
Melalui aksi ini, diharapkan Pantai Teluk Sadang tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga tetap menjadi habitat aman bagi penyu di wilayah Kepulauan Riau.
Ke depan, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya untuk menjaga kelestarian kawasan.
Masyarakat diharapkan lebih disiplin dalam mengelola limbah, pemerintah terus menggencarkan edukasi lingkungan, sementara lembaga seperti Anambas Foundation diharapkan konsisten dalam pendampingan konservasi.
Upaya bersama ini menjadi kunci agar habitat penyu di Kepulauan Anambas tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews





