REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati alat Campbell-Stokes untuk mengukur penyinaran matahari di Taman Alat Meteorologi, Kantor Pusat BMKG, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2026).
BMKG memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau mulai April 2026 yang diawali di Nusa Tenggara dan bertahap dialami wilayah lain.
Puncak musim kemarau diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia secara serentak pada Agustus 2026. Secara keseluruhan, BMKG menyimpulkan 57,2 persen wilayah Indonesia harus bersiap menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya sepanjang 2026.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : Republika
Advertisement




