Gunung Slamet Berpotensi Erupsi Tiba-Tiba, Warga 5 Kabupaten Diminta Waspada

rctiplus.com
2 hari lalu
Cover Berita
Gunung Slamet Berpotensi Erupsi Tiba-Tiba, Warga 5 Kabupaten Diminta WaspadaNasional | inews | Selasa, 31 Maret 2026 - 05:41Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id - Badan Geologi meminta warga meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatkan aktivitas Gunung Slamet dalam sepekan terakhir. Gunung yang berada di perbatasan lima kabupaten di Jawa Tengah itu, berpotensi erupsi tiba-tiba.

Data Badan Geologi, sejak 16 hingga 28 Maret 2026, gunung berketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu diguncang 541 kali gempa embusan. Terkait peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Badan geologi melarang aktivitas pendakian di radius 2 kilometer (km) dari puncak kawah.

“Data kegempaan periode tanggal 16-28 Maret 2026, yaitu terekam 541 kali Gempa Hembusan, 421 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 7 kali Gempa Tektonik Jauh, Tremor Menerus dengan amplitudo 1 mm, dominan 0.5 mm,” ungkap Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026). 

Baca Juga:519.042 WNI Berada di Timur Tengah, Kemlu: Perlindungan Prioritas Utama

Lana pun mengatakan, kejadian gempa frekuensi rendah di Gunung Slamet terekam secara fluktuatif. Tercatat, sejak 22 Maret 2026, aktivitas ini menunjukkan peningkatan, yang kemudian rekaman menjadi semakin tegas dan menerus sejak tanggal 27 Maret 2026 hingga saat ini.  

“Gempa-gempa berfrekuensi rendah ini terekam secara teratur dengan amplitudo dan durasi yang relatif seragam, berasosiasi dengan adanya peningkatan aktivitas gas magmatik,” ujarnya. 

Lana membeberkan, hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan masih menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh Gunung Slamet, yang memicu munculnya gempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi. 

Meski begitu, Lana memastikan bahwa hingga tanggal 29 Maret 2026 tingkat aktivitas Gunung Slamet masih ditetapkan pada Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat dan pengunjung maupun wisatawan tidak berada atau beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Slamet. 

“Menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Slamet dan potensi erupsi, agar radius rekomendasi bahaya 2 km dari puncak Gunung Slamet tidak ada aktivitas wisatawan atau pendakian. Karena erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu, utamanya untuk mencegah adanya korban apabila terjadi erupsi,” katanya.

Baca Juga:BNN: Vape Tanpa Narkoba Berbahaya, Apalagi yang Ada Narkobanya

Diketahui, Gunung Slamet merupakan gunung strato berbentuk kerucut dengan ketinggian puncak sekitar 3.432 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, Gunung Slamet berada di wilayah Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jejak Rasa Kuliner Favorit Eyang Habibie, Sayur Lodeh hingga Strudel Aple
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prabowo Kutip Pepatah Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Pererat Kebersamaan RI-Korsel
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi BA PT DSI, Bareskrim Periksa Dude Harlino dan Istri, Brigjen Ade: Keduanya Pernah Promosi Bisnis DSI
• 1 jam laludisway.id
thumb
Bluebird (BIRD) Tetapkan Arah Strategi Hadapi Dinamika Industri 2026
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
KONI Jember Bidik Sepuluh Besar Porprov
• 2 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.