FAJAR, TEHERAN—Korban perang AS melawan Iran terus meningkat. Lebih dari selusin anggota militer AS terluka dalam serangan Iran terhadap pangkalan udara di Arab Saudi pada hari Jumat.
Selain itu, menurut seorang pejabat AS, dua pesawat E-3 Sentry rusak juga rusak akibat serangan tersebut.
Beberapa anggota militer mengalami luka serius dalam serangan ini. NPR sebelumnya melaporkan sebanyak 20 personel terluka dalam serangan itu.
Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah ini.
Iran telah menargetkan anggota militer AS di pangkalan-pangkalan di seluruh wilayah Teluk sejak perang dimulai sebulan yang lalu, sebagai pembalasan atas serangan AS dan berupaya mengusir pasukan dari wilayah tersebut.
Secara keseluruhan, Pentagon telah menetapkan jumlah korban AS sebanyak 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka. Banyak dari yang terluka mengalami luka ringan dan kembali bertugas.
“Lihat saja apa yang telah kita lakukan terhadap komando udara mereka,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di media sosial pada hari Senin.
“Sudah saatnya untuk mengusir pasukan AS,” tegasnya.
Araghchi menekankan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk mengenai pasukan AS, bukan Arab Saudi sendiri.
Ia mengatakan, Teheran tetap menghormati Saudi. “Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan menganggapnya sebagai negara saudara,” ujarnya.
Kemudian, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan telah mencegat empat rudal balistik yang menuju ke wilayah ibu kota Riyadh. (amr)




