Jangan Sepelekan, Inilah 9 Gejala Covid Cicada dan Cara Mencegahnya

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Kemunculan varian baru Covid-19 varian Cicada kembali memunculkan kekhawatiran. Varian yang juga termasuk BA.3.2 ini telah terdeteksi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan sejumlah wilayah di Eropa.

Seiring meningkatnya kasus, masyarakat perlu untuk memahami bagaimana gejala Covid Cicada untuk membantu deteksi dini serta mencegah penyebaran lebih luas. Meski belum terbukti lebih mematikan, varian ini memiliki karakteristik yang membuatnya lebih mudah menular.

Lalu, seperti apa Gejala Covid Cicada dan bagaimana cara mencegahnya?

Apa Itu Varian Covid Cicada?
Gejala covid Cicada? (unsplash.com)

 

Covid cicada merupakan subvarian dari keluarga Omicron dengan kode ilmiah BA.3.2 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada 2024. Varian ini sempat ‘menghilang’ sebelum akhirnya kembali meningkat pada akhir 2025. Dalam dunia epidemiologi, fenomena ini dikenal sebagai cryptic circulation, yaitu kondisi ketika virus tetap beredar pada tingkat rendah namun tidak terpantau secara signifikan.

Varian ini memiliki sejumlah karakteristik, antara lain:

  • Memiliki mutasi tinggi pada bagian spike protein, yakni bagian virus yang berfungsi menempel dan masuk ke dalam sel manusia. Tingginya jumlah mutasi ini membuat varian lebih adaptif serta berpotensi mempengaruhi cara virus menginfeksi tubuh.
  • Berpotensi lebih mudah menular karena perubahan genetik yang meningkatkan kemampuan virus dalam menyebar dari satu individu ke individu lain, termasuk melalui kontak dekat maupun droplet di udara.
  • Memiliki kemampuan immune escape, yaitu kemampuan virus untuk menghindari respons sistem kekebalan tubuh, baik yang terbentuk dari vaksin maupun infeksi sebelumnya, sehingga meningkatkan risiko infeksi ulang.
  • Masih dikategorikan sebagai variant under monitoring oleh organisasi kesehatan dunia, yang berarti varian ini belum dianggap berbahaya tingkat tinggi, tetapi tetap diawasi secara ketat karena memiliki potensi risiko.
  • Belum terbukti menyebabkan gejala lebih berat dibandingkan varian sebelumnya, sehingga sebagian besar kasus masih menunjukkan gejala ringan hingga sedang, meskipun tetap perlu diwaspadai terutama pada kelompok rentan.
9 Gejala Covid Cicada yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting dalam mengendalikan penyebaran virus. Secara umum, Gejala Covid Cicada tidak jauh berbeda dengan varian sebelumnya, terutama yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas.

Namun, beberapa laporan menunjukkan adanya gejala tertentu yang cukup dominan. Berikut sembilan gejala yang perlu diperhatikan:

  1. Demam
  2. Batuk kering
  3. Sakit tenggorokan
  4. Pilek atau hidung tersumbat
  5. Kelelahan
  6. Sakit kepala
  7. Nyeri otot
  8. Bersin
  9. Penurunan indera penciuman atau perasa

Sakit tenggorokan menjadi salah satu keluhan yang cukup sering muncul pada varian ini. Selain itu, kelelahan dan sakit kepala juga banyak dilaporkan sering dialami oleh penderita.

Munculnya varian baru selalu menimbulkan kekhawatiran terkait tingkat keparahan penyakit. Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa varian cicada lebih mematikan dibandingkan varian sebelumnya. 

Meski demikian, varian ini tetap perlu diwaspadai karena memiliki kemampuan menghindari sistem imun. Para ahli menekankan bahwa vaksin yang tersedia saat ini masih efektif dalam mencegah gejala berat dan komplikasi serius.

Cara Mencegah Penularan Covid Cicada
Apa itu covid Cicada? (unsplash.com)

 

Meskipun varian baru terus bermunculan, langkah pencegahan Covid-19 pada dasarnya masih sama dengan sebelumnya. Disiplin dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi kunci utama.Pencegahan penting dilakukan, terutama untuk menekan risiko penularan di masyarakat. 

Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  1. Mencuci tangan secara rutin dengan sabun, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, sebelum makan, dan setelah menyentuh benda yang sering digunakan banyak orang. Kebiasaan ini efektif mengurangi kemungkinan virus masuk ke dalam tubuh melalui tangan yang terkontaminasi.
  2. Menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, seperti transportasi umum, fasilitas kesehatan, atau ruang tertutup dengan ventilasi terbatas. Masker membantu menahan droplet yang menjadi media utama penyebaran virus.
  3. Menjaga jarak fisik bila diperlukan, khususnya saat berada di kerumunan atau ketika ada peningkatan kasus di suatu wilayah. Pembatasan jarak dapat mengurangi risiko paparan langsung dari orang yang terinfeksi.
  4. Melengkapi vaksinasi dan dosis penguat sesuai anjuran pemerintah. Vaksin terbukti membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap gejala berat, sekaligus menurunkan risiko rawat inap dan kematian.
  5. Menghindari kerumunan jika kondisi tubuh tidak fit, seperti saat mengalami gejala flu, batuk, atau demam ringan. Langkah ini penting untuk mencegah penularan ke orang lain, terutama kelompok rentan.
  6. Melakukan tes jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Covid-19, seperti demam, batuk, atau sakit tenggorokan. Deteksi dini membantu penanganan lebih cepat serta mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan sekitar.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marak Pungli di Tempat Wisata, Disbudpar Garut: Human Error
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PSM Target Sapu Bersih 5 Laga April 2026: Wajib Menang Atas Persis, PSIM, Borneo FC, Persik, dan Bali United
• 41 menit laluharianfajar
thumb
Menlu Ungkap Pembahasan Prabowo dan PM Takaichi di Jepang, Salah Satunya Soal Perang Iran
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Sirene Serangan Gelombang ke-86 Berbunyi, Rudal Iran Terlihat di Langit Beersheba dan Negev
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Rismon Sianipar Diminta Bongkar Donatur di Kasus Ijazah Jokowi
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.