Kronologi Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Peristiwa Terjadi saat Masa Penugasannya Hampir Berakhir

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel. Peristiwa terjadi saat masa penugasannya hampir berakhir.

Kepergian prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon bukan hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga dan institusi militer, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Peristiwa ini mengingatkan, pengabdian kepada bangsa tidak selalu berlangsung di dalam negeri, melainkan juga melintasi batas negara demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Berikut kronologi prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel. Ternyata peristiwa terjadi saat masa penugasannya hampir berakhir.

Prajurit Kepala (Praka) Farizal Romadhon (33), anggota TNI yang berasal dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia saat menjalankan tugas di Lebanon pada Minggu (29/3/2026). Ia dilaporkan gugur akibat serangan Israel di wilayah tersebut ketika sedang menjalankan misi perdamaian dunia bersama Pasukan Garuda.

Farizal diketahui merupakan warga Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Dikutip dari Serambinews.com, pria berusia 33 tahun itu tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL tahun 2025. Ia merupakan prajurit dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) yang bermarkas di Bireuen, Aceh.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (IM), Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa Farizal merupakan bagian dari satuan tugas yang hampir menyelesaikan masa penugasan di Lebanon.

“Iya, anggota kita asal satuannya dari Batalyon 113 Jaya Sakti yang sedang Satgas di sana,” kata Mustafa Kamal.

Kamal menerangkan bahwa Yonif 113/JS merupakan satuan infanteri dengan kualifikasi Raider Khusus yang berada di bawah Brigif 25/Siwah, Kodam IM. Satuan ini sebelumnya diberangkatkan dari Aceh untuk melaksanakan misi perdamaian di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon.

Ia juga menyebutkan bahwa masa penugasan Praka Farizal bersama Satgas TNI Konga hampir mencapai satu tahun.

Satuan tugas tersebut sebenarnya dijadwalkan akan segera kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Namun, takdir berkata lain. Praka Farizal berpulang ke hadapan Sang Pencipta saat masih menjalankan tugas pengabdian tersebut.

 

“Berangkatnya hampir setahun, sudah mau kembali juga. Mereka itu juga diberangkatkan dari Aceh,” ujarnya.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan bahwa satu prajurit TNI gugur akibat serangan Israel di wilayah Lebanon. Peristiwa tersebut terjadi saat berlangsungnya baku tembak artileri antara pihak-pihak yang tengah bertikai.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa insiden itu terjadi dalam situasi serangan yang berlangsung cukup intens dari kedua belah pihak. Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut masih dalam tahap penelusuran oleh pihak United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Prajurit yang meninggal dunia diketahui merupakan bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian di bawah naungan PBB. Selain korban jiwa, insiden tersebut juga mengakibatkan beberapa prajurit lainnya mengalami luka.

Satu orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara dua lainnya menderita luka ringan. Seluruh korban luka kini telah mendapatkan penanganan medis.

Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa informasi lanjutan mengenai perkembangan situasi di lapangan akan disampaikan oleh Mabes TNI. Hingga saat ini, koordinasi dengan berbagai pihak terkait masih terus dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara lengkap.

Sementara itu, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan kecaman keras atas serangan Israel di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026) malam. Insiden tersebut terjadi di tengah laporan adanya aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah Lebanon selatan.

"Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri melalui akun X resmi @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa keselamatan serta perlindungan personel penjaga perdamaian PBB harus selalu dijaga dan dihormati sesuai ketentuan hukum internasional.

Menurut Kemlu, segala bentuk tindakan yang mengancam keselamatan peacekeeper tidak bisa dibenarkan dan dapat merusak upaya bersama dalam menjaga perdamaian serta stabilitas. Atas dasar itu, Indonesia menyampaikan kecaman keras terhadap peristiwa tersebut.

"Indonesia kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian," jelasnya.

 

Di sisi lain, pemerintah turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya satu prajurit tersebut. Indonesia juga menyampaikan rasa simpati kepada keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan agar para personel yang mengalami luka dapat segera pulih sepenuhnya.

"Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional," ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah akan bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah segera dilakukan. Begitu pun memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

"Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama," tandas dia.

Praka Farizal diketahui sudah berumah tangga. Ia meninggalkan seorang istri dan satu anak. Selama berdinas di Aceh, Farizal tercatat sebagai warga Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Pada momen Lebaran 2025, ia sempat kembali ke kampung halamannya di Kulon Progo. Saat itu, ia pulang bersama istri dan anaknya, sebagaimana disampaikan oleh Dukuh Ledok, Wakidi.

"Lebaran kemarin saya sempat ketemu, tapi kalau Lebaran tahun ini orangnya tidak pulang," katanya ditemui di kediamannya, Senin siang, dikutip dari TribunJogja.com.

Wakidi menyebutkan bahwa Farizal merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Usai menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Lendah, Farizal melanjutkan langkahnya untuk bergabung menjadi prajurit TNI.

Saat tinggal di Padukuhan Ledok, Farizal dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Di masa mudanya, ia juga terlibat dalam aktivitas Karang Taruna. Bahkan setelah menjalani penugasan di Aceh, Farizal tetap menjaga komunikasi dengan warga Padukuhan Ledok.

"Farizal sering bantu-bantu juga meskipun jauh di Aceh, rajin komunikasi ke sini," ungkap Wakidi.

Rencananya, jenazah Farizal akan dimakamkan di Padukuhan Ledok, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tak jauh dari rumahnya. Pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Persiapan pun tengah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah.

"Sekarang ini bersih-bersih lahan sekitar rumah dulu untuk persiapan kedatangan jenazah," kata Wakidi. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Indonesia Bertekad Tegakkan Supremasi Hukum dan Reformasi Nyata
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Bulgaria Kalahkan Indonesia di Final FIFA Series 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Prajurit TNI Gugur Diserang Israel di Lebanon, Menlu Sugiono: Kita Kecam Keras!
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Cicu Dukung Pembatasan Medsos Anak, Lindungi dari Bahaya Dunia Maya
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Aturan Main IPO Berubah Total, BEI Wajibkan Emiten Penuhi Free Float Hingga 25%
• 17 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.