IMF Peringatkan Ancaman Stagflasi Global Imbas Perang Iran-AS

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan ancaman lonjakan inflasi dan stagnasi pertumbuhan ekonomi jika konflik di Timur Tengah terus berjalan.

IMF Peringatkan Ancaman Stagflasi Global Imbas Perang Iran-AS. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan ancaman lonjakan inflasi dan stagnasi pertumbuhan ekonomi jika konflik di Timur Tengah terus berjalan.

Dilansir dari The Guardian pada Selasa (31/3/2026), perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghambat aliran minyak, gas, dan pupuk dari Teluk.

Baca Juga:
Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun

 “Meskipun perang memengaruhi negara-negara secara berbeda, semua jalan mengarah pada harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat,” kata IMF dalam sebuah blog.

Meskipun negara pengekspor bersih minyak dan gas seperti AS akan diuntungkan dari harga bahan bakar fosil yang lebih tinggi, kenaikan harga bensin, solar, dan makanan akan mengerek biaya hidup, menurut analisis tersebut. 

Baca Juga:
Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Sektor swasta juga akan berada di bawah tekanan untuk menaikkan harga produk mereka, yang mungkin memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi.

“Konflik singkat mungkin akan menyebabkan harga minyak dan gas melonjak sebelum akhirnya pasar menyesuaikan diri, sementara konflik yang berkepanjangan dapat membuat energi tetap mahal dalam waktu lama dan membebani negara-negara yang bergantung pada impor,” kata IMF.

Baca Juga:
Harga Emas Naik Dua Hari Beruntun, Fokus Pasar ke Perang dan Suku Bunga

 “Banyak hal bergantung pada berapa lama konflik berlangsung, seberapa luas penyebarannya, dan seberapa besar kerusakan yang ditimbulkannya pada infrastruktur dan rantai pasokan,” katanya.

Sekitar sepertiga produksi pupuk melewati Selat Hormuz, sehingga mendorong kenaikan harga. Proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukkan bahwa harga pupuk global rata-rata bisa 15 persen hingga 20 persen lebih tinggi pada paruh pertama 2026 jika krisis berlarut-larut. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 PTN dan Vokasi Terfavorit Jalur SNBP 2026, UPI Tampung Peserta Terbanyak
• 30 menit laludisway.id
thumb
Tips Perawatan Mobil Listrik Usai Mudik Lebaran 2026
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Mulai 1 April 2026, Pemerintah Berlakukan WFH Setiap Jumat bagi ASN
• 50 menit lalukompas.tv
thumb
Update Harga Emas Pegadaian pada 31 Maret 2026: Antam Stagnan, UBS dan Galeri 24 Naik
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG: Sebagian Besar Wilayah di Indonesia Diguyur Hujan Ringan Hari Ini
• 10 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.