Kondisi Andrie Yunus Masih Kritis, Dirawat Intensif Usai Penyiraman Air Keras

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Ketua Badan Pengurus KontraS Indria Fernida membeberkan informasi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus usai menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis, 12 Maret 2026 lalu.

Indria mengatakan jika saat ini Andrie masih memerlukan penanganan intensif di rumah sakit. Tak hanya itu, dengan tegas ia mengatakan jika saat ini situasi kesehatan korban belum menunjukkan perkembangan yang signifikan ke arah pemulihan.

“Saya mau sampaikan kondisi Andri sudah lebih dari 2 Minggu kondisinya masih di high care unit perawatannya melekat dan intensif untuk mata dan eh luka bakar, tidak bisa dijenguk oleh siapa pun kecuali keluarga dan Dimas. Karena juga apa, kekhawatiran atas infeksi dan hal yang lainnya,” ujar Indria.

Menurutnya, pembatasan akses kunjungan dilakukan demi menjaga kondisi Andrie agar tidak semakin memburuk, mengingat risiko infeksi masih cukup tinggi. 

Ia juga menerangkan jika perawatan yang dijalani saat ini disebut sangat krusial, terutama untuk penanganan luka bakar dan bagian mata yang terdampak.

Indria juga menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa situasi yang dialami Andrie bukan perkara ringan. Ia menyebut, meskipun informasi yang beredar di publik terbatas, kondisi sebenarnya masih jauh dari kata stabil.

“Tapi ini juga menunjukkan bahwa kondisinya sangat tidak baik-baik saja, meskipun kelihatannya di luar tidak ada informasi yang lebih, lebih jelas ya. dan kami masih melihat bahwa eh situasi ini menjadi perhatian dari negara,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Indria mengungkapkan bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan pendampingan sejak awal kejadian. 

Dukungan tersebut mencakup pembiayaan perawatan medis serta pendampingan bagi Andrie dan keluarganya selama proses pemulihan berlangsung.

Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan memberikan pelindungan kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, yang merupakan korban penganiayaan berat penyiraman air keras. Hal tersebut, diungkapkan oleh Ketua LPSK, Achmadi.

Lebih lanjut, is menerangkan jika sejak awal kejadian pihaknya telah bergerak cepat dengan mengambil langkah proaktif. 

“Sejak awal peristiwa ini terjadi, LPSK juga telah malakukan langkah langkah pro aktif untuk memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan jika perlindungan tersebut tak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga kepada keluarga serta saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus ini. 

Ia menegaskan bahwa jumlah saksi masih berpotensi bertambah seiring proses penyelidikan yang terus berjalan, sehingga koordinasi dengan aparat penegak hukum akan terus dilakukan.

“Sejak Senin kemarin juga, kita telah memutuskan juga memberikan perlindungan, baik itu korban, keluarga korban, dan atau pun saksi saksi. Bisa saja saksi saksi akan bertambah, nanti akan terus kami koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk aparat penagak hukum,” bebernya.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turut menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan yang menimpa pembela HAM. 

Anggota Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menegaskan bahwa peristiwa semacam ini tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan hukum.

“Kami ingin memastikan bahwa peristiwa kekerasan terhadap para pembela HAM itu penting untuk dilakukan pengusutan secara tuntas,” kata Pramono.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga negara dalam menjalankan hak konstitusionalnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkes Ungkap Kasus Campak Menurun hingga 93% di Akhir Maret
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
MPR berlakukan WFH, WFA, hingga batasi listrik untuk hemat energi
• 36 menit laluantaranews.com
thumb
Posko Angkutan Lebaran 2026 Berakhir, Namun Pelayanan ke Pelanggan Tak Pernah Berhenti
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Bangun di Atas Jam 9 Pagi Menurut Ilmu Psikologi
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
TNI Pastikan Prajurit Korban Serangan di Lebanon Dirawat Intensif
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.