Pemerintah lewat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan program konversi motor konvensional menjadi listrik akan dilanjutkan tahun ini. Total subsidi yang akan diberikan hingga Rp 6 juta per unit.
"Percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta unit motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," buka Bahlil ditemui usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).
Bahlil menambahkan, arahan Presiden Prabowo membidik implementasi program konversi motor listrik tersebut dapat rampung hingga rentang waktu empat tahun.
"Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," bebernya.
Menanggapi hal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform atau IESR, Fabby Tumiwa mengatakan proyek konversi motor listrik masih sangat bisa dijalankan sebagai salah bentuk upaya transisi kendaraan elektrifikasi secara nasional.
"Jadi yang pertama, kita saya kira ya konversi, belum ngomong angkanya, tapi konversi itu bisa dilakukan. Tapi harus mempertimbangkan beberapa faktor," buka Fabby dihubungi kumparan, Senin (30/3/2026).
Namun, ia memberi saran bahwa rencana tersebut perlu berkaca dengan hasil konversi motor listrik yang telah dilaksanakan beberapa tahun. Menurut Fabby, tantangan yang menjadi kendala saat ini adalah kemauan masyarakat untuk mengubah jenis penggerak kendaraan roda duanya.
"Ini yang mau dikonversi itu kan motor orang. Walau memang ada subsidi yang awalnya Rp 7 juta kemudian sempat ditambahkan Rp 10 juta, tetapi belum tentu semua masyarakat jadi langsung mau. Karena itu masih ada tambahan lagi katakan misalnya biaya konversi per motor antara Rp 12-16 juta," terangnya.
Fabby menilai pemerintah bisa memberikan subsidi yang nilainya sudah mencakup keseluruhan konversi. Ia tak menampik hal tersebut dapat menjadi beban fiskal negara di awal, namun jika penyerapannya besar maka akan diikuti dengan potensi pengurangan konsumsi BBM.
"Jadi sekalian saja disubsidi, masyarakat tinggal konversi dan pakai. Memang secara beban fiskal akan besar di awal, tetapi kalau itu sudah banyak populasinya, maka potensi konsumsi bahan bakar juga kian sedikit akibat banyak yang beralih," jelasnya.
Cara lainnya agar program konversi motor listrik dapat diserap banyak, Fabby menambahkan dapat memprioritaskan program tersebut ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang salah satu tantangannya adalah sulitnya akses BBM.
"Nanti gandeng dengan bengkel konversi yang saat ini saja jumlahnya baru 40-an bengkel. Dikasih modal untuk ke daerah agar dikerjakan, itu bisa dan juga yang jumlahnya banyak seperti Ojol. Makanya pemerintah perlu penetapan standar teknologi," papar Fabby.
Ia juga menerangkan potensi penambahan nilai industri dalam negeri bila program tersebut berjalan baik. Misalnya perluasan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), pengembangan ekosistem industri baterai, hingga daur ulang kendaraan lawas.
"Jadi kalau pertanyaannya apakah dengan kondisi sekarang target konversi motor listrik itu (akan selesai) dalam 3 sampai 4 tahun. Ya dengan adanya bengkel konversi saja masih 40-an, itu menurut saya belum realistis," kata Fabby.
Konversi motor listrik nasional sudah bergulir sejak 2023Pada tahun 2023 saat program tersebut diluncurkan, program konversi motor listrik ditargetkan menyasar sekitar 200.000 motor dengan jumlah subsidi Rp 7 juta per unit, kemudian naik menjadi Rp 10 juta per unit pada akhir 2023.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," jelas Bahlil.
Kendati demikian, Bahlil menyebutkan pemerintah masih mencari formulasi terbaik. "Nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga perencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," pungkasnya.




