Rumah di Kudus Roboh Usai Dihantam Angin Puting Beliung

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Sebuah rumah di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, roboh total usai dihantam angin puting beliung pada Selasa (31/3).

Pantauan kumparan di lokasi pada Selasa (31/3), kondisi rumah milik pasangan Seketi (70) dan Mo’ah (65) itu sudah rata dengan tanah.

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Jawa Tengah, Ahmad Munaji, mengatakan angin puting beliung menerjang beberapa desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (30/3) pukul 15.30 WIB.

Ia menyampaikan, ada empat desa terdampak di wilayah itu, yakni Desa Terangmas, Desa Kalirejo, Desa Glagahwaru, dan Desa Medini.

“Angin puting beliung terjadi kemarin sore saat hujan deras. Satu rumah roboh total di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus,” katanya, Selasa (31/3).

Munaji menyampaikan, satu rumah di Desa Terangmas itu roboh. Rumah tersebut dihuni lansia pasangan suami istri. Keduanya dibawa ke puskesmas dan rumah sakit karena mengalami luka-luka.

“Saat kami datang ke lokasi, penghuni rumah dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” terangnya.

Di Desa Terangmas terdapat dua bangunan yang terdampak. Satu bangunan rumah roboh total dan satu lainnya merupakan gudang untuk menyimpan tratak.

Di Desa Kalirejo terdapat 12 bangunan terdampak angin puting beliung. Di desa ini, genteng rumah warga mengalami kerusakan. Kebutuhan material genteng yang dibutuhkan sebanyak 800 buah untuk 12 rumah.

Di Desa Glagahwaru terdapat 15 bangunan rumah yang terdampak. Genteng rumah warga rusak usai dihantam angin puting beliung. Kebutuhan genteng di desa ini sebanyak 600 unit untuk 15 rumah.

Sementara itu, di Desa Medini terdapat 192 rumah yang terdampak angin puting beliung. Kebutuhan genteng untuk memperbaiki 192 rumah itu sekitar 13 ribu buah.

Secara keseluruhan, ada 221 rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung. Selain itu, sebanyak 14.400 genteng rumah warga mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah, angin puting beliung juga menumbangkan pohon di Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di Gang 14. Selain itu, ada beberapa pohon yang tumbang di gang perkampungan warga.

“Secara keseluruhan di empat desa itu ada satu rumah yang roboh. Sisanya genteng rumah warga yang berjatuhan karena angin puting beliung. Kalau korban meninggal nihil,” terangnya.

Munaji menjelaskan, angin puting beliung yang menghantam Desa Terangmas, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, hingga merobohkan rumah warga baru pertama kali terjadi. Biasanya, angin puting beliung hanya merusak genteng rumah warga.

“Hal yang sering terjadi itu ketika ada angin puting beliung, genteng rumah warga berjatuhan dan ada yang berterbangan,” ujarnya.

Ia menyebut, di berbagai desa di wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, sering dihantam angin puting beliung. Kondisi desa yang berada di dekat persawahan kerap terdampak angin puting beliung.

Mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi di Kabupaten Kudus, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin.

“Cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi sampai pertengahan bulan April. Masyarakat sebaiknya tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” imbuhnya.

Kepala Desa Terangmas, Sudiyono, mengatakan angin puting beliung yang terjadi kemarin berlangsung cepat. Perputaran anginnya begitu kencang.

“Durasinya cepat dan kencang. Satu rumah mengalami roboh total di Desa Terangmas,” katanya saat ditemui di Balai Desa Terangmas, Selasa (31/3).

Ia menyampaikan, kejadian angin puting beliung yang sampai merobohkan rumah baru terjadi kali ini. Kondisi geografis desa yang dikelilingi sawah diduga membuat wilayah tersebut sering dilanda angin puting beliung.

“Angin puting beliung memang sering terjadi di sini. Tetapi kalau sampai merobohkan satu rumah, baru terjadi kali ini,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bea Cukai dan DJP segel sejumlah kapal wisata berbendera asing
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Perketat SOP Makan Bergizi Gratis, 760 Satuan Pelayanan Dihentikan Sementara
• 3 jam lalumatamata.com
thumb
Rupiah Masih di Rp17.000 Pagi Ini
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ASN Daerah Wajib WFH Setiap Jumat, Tito Siapkan Aturan Ketat
• 27 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
DPR Buka Opsi Bentuk Pansus Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 1 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.