Grid.ID - Disebut sebagai ratu sinetron pada zamannya, Paramitha Rusady ternyata pernah memerankan tiga peran sekaligus dalam satu sinetron berjudul Janjiku. Hal itu pun menjadi salah satu tantangan terbesar yang pernah ia jalani selama berkarier di dunia akting.
Dalam sinetron tersebut, Paramitha dituntut untuk membawakan tiga karakter yang berbeda. Tak hanya dari segi penampilan, setiap tokoh juga memiliki emosi dan pendalaman yang tak sama.
Paramitha mengaku, saat itu dirinya benar-benar menaruh fokus penuh pada pekerjaan. Ia bahkan memilih untuk menjaga totalitasnya agar bisa membawakan setiap peran dengan maksimal.
“Pada saat cuma satu hanya fokus totalitas. Jadi enggak ada hubungan asmara tiba-tiba, cinlok-cinlok enggak ada,” ujarnya dikutip dari OTW Trans7 pada Selasa (31/3/2026).
Menurut Paramitha, profesionalisme menjadi hal yang paling penting saat menjalani peran seberat itu. Tanpa keseriusan dan komitmen penuh, ia merasa tak akan mampu memainkan tiga karakter dalam satu sinetron.
“Jadi betul-betul berusaha untuk profesional, kalau enggak gitu gak akan bisa meranin kayak gitu. Jadi tiga peran, Lara waktu muda, Laras menjadi tuanya terus Nada. Dan saya adakan observasi ya,” jelasnya.
Agar tidak tertukar saat berakting, wanita berusia 59 tahun ini mengatakan dirinya harus menjaga konsentrasi dengan sangat baik. Ia pun menyiapkan diri secara lahir dan batin setiap kali datang ke lokasi syuting.
“Enggak pernah ketuker peran, makanya butuh konsentrasi penuh, enggak boleh benar-benar ngeblank gitu. Jadi datang ke Lokasi tuh dengan doa, bismillah, shalat itu gimana caranya tokoh ini bisa sehidup-hidupnya,” ungkapnya.
Bagi Paramitha, tugas seorang aktor bukan sekadar tampil di depan kamera. Seorang pemain, menurutnya, harus bisa menghidupkan karakter agar emosi yang disampaikan sampai kepada penonton.
“Sampai penonton tuh banyak yang terbawa sampai bisa nangis itu karena ya tugas kita sebagai seorang pemain aktor untuk bisa menerjemahkan peran-peran yang ada,” katanya.
Kini, saat mengenang kembali proses tersebut, Paramitha menyadari bahwa peran itu bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani. “Pada saat pembuatannya itu enggak mudah juga, jadi kalau sekarang ngeliat ‘ini aku bisa ya ngerjain ini ya’ kalau sekarang suruh ngerjain lagi kayaknya gak sanggup,” tutupnya. (*)
Artikel Asli




