Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kesehatan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) membukukan kinerja yang solid sepanjang Januari—Desember 2025. Laba bersih yang mampu dibukukan perseroan bahkan mampu bertumbuh dobel digit pada tahun lalu.
Melansir laporan keuangan perseroan, KLBF membukukan pendapatan senilai Rp35,32 triliun sepanjang tahun lalu. Realisasi ini mencerminkan kenaikan 8,26% year-on-year (YoY) dibandingkan Rp32,62 triliun pada periode yang sama 2024.
Tumbuhnya pendapatan perseroan terutama disebabkan oleh kinerja segmen distribusi dan logistik yang tumbuh 12,01% YoY menjadi Rp12,21 triliun per 2025, naik dibandingkan Rp10,90 triliun pada periode yang sama 2024.
Selain itu, segmen obat resep juga membukukan pertumbuhan sebesar 11,00% YoY menjadi Rp10,24 triliun, dari Rp9,22 triliun per Desember 2024. Segmen produk kesehatan juga mencatat pendapatan senilai Rp4,82 triliun dan segmen nutrisi membukukan penjualan senilai Rp8,04 triliun.
Sejalan dengan bertumbuhnya pendapatan perseroan, KLBF turut membukukan beban pokok pendapatan yang membengkak 8,12% YoY menjadi Rp21,26 triliun sepanjang 2025. Realisasi itu melampaui Rp19,67 triliun pada periode yang sama 2024.
Alhasil, laba bruto yang mampu dibukukan perseroan tercatat senilai Rp14,05 triliun, naik 8,47% YoY dari Rp12,95 triliun pada periode yang sama 2024. Namun, upaya pengendalian beban mendorong KLBF membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi pada laba bersih perseroan.
Baca Juga
- Kalbe Farma (KLBF) Bakal Buyback Saham Rp250 Miliar
- Bos Kalbe Farma (KLBF) Ungkap Strategi Dongkrak Laba Bersih 10,97% per Kuartal III/2025
- Manuver Kalbe Farma Kerek Harga Saham, KLBF Guyur Rp1,5 Triliun
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, KLBF mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp3,66 triliun, naik 13,09% YoY dibandingkan Rp3,24 triliun pada periode yang sama 2024.
Melesatnya laba bersih perseroan turut mendorong laba per saham KLBF naik menjadi Rp80,51 per saham pada 2025, dari Rp70,16 per saham pada 2024.
Dari sisi neraca, perseroan membukukan total aset senilai Rp30,69 triliun per Desember 2025. Realisasi itu naik dari Rp29,42 triliun pada periode yang sama 2024. Kenaikan itu disebabkan oleh naiknya total aset lancar menjadi Rp18,50 triliun pada Desember 2025.
Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat senilai Rp5,97 triliun, naik dari Rp4,83 triliun pada Desember 2024. Ekuitas perseroan tumbuh dari Rp24,59 triliun pada Desember 2024, menjadi Rp24,72 triliun pada periode yang sama 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





