jpnn.com, JAKARTA - Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mematangkan persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-165 yang akan digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 18 Oktober 2026.
Ibadah raya tersebut ditargetkan dihadiri lebih dari 100 ribu jemaat dari berbagai negara.
BACA JUGA: Banser NU Lakukan Aksi di Gereja HKBP Sibolga untuk Perayaan Natal
Ketua Umum Panitia Nasional HUT HKBP ke-165 Effendi MS Simbolon mengatakan, panitia telah menggelar rapat pleno ketiga guna memastikan kesiapan acara yang akan berlangsung sekitar enam bulan mendatang.
"Seluruh bidang terlibat, termasuk para pembina, penasihat, serta praeses dari berbagai wilayah,” ujar Effendi di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA: Pemerhati HKBP Minta Tokoh Politik Tak Campuri Urusan Gereja
Dia menjelaskan, proses persiapan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai distrik, seperti Jakarta, Banten, Bekasi, hingga wilayah lain yang turut berpartisipasi secara daring dalam koordinasi.
Menurut Effendi, progres persiapan menunjukkan perkembangan positif, terutama setelah panitia melakukan peninjauan langsung ke kawasan GBK guna melihat kesiapan lokasi.
BACA JUGA: Ephorus HKBP Gelar Doa Bersama untuk Selamatkan Danau Toba dan Tano Batak
"Kami juga sudah melakukan site visit ke GBK dan mulai merasakan irama persiapan. Bulan depan akan ada pleno lanjutan untuk menetapkan pedoman pelaksanaan,” katanya.
Perayaan ini menjadi momentum syukur atas perjalanan panjang HKBP yang telah melayani jutaan jemaat di berbagai negara, sekaligus mencerminkan perjalanan iman lintas generasi selama lebih dari satu abad.
Ibadah raya dijadwalkan berlangsung selama 3,5 hingga 4 jam, dimulai pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB.
Ibadah akan dipimpin pimpinan tertinggi HKBP dan mencakup rangkaian liturgi serta perjamuan kudus.
Selain itu, panitia juga menyiapkan rangkaian perayaan nasional pada malam hari yang diharapkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta tokoh lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan toleransi. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh




