Inalum Catat Laba Bersih USD 142,8 Juta pada 2025, Naik 15 Persen

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan laba bersih sebesar USD 142,8 juta pada 2025, naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD 123,71 juta.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita mengatakan kenaikan laba bersih ini terus berlanjut dari 2023 yang hanya USD 57,45 juta ke 2024 USD 123,7 juta dan naik lagi 15 persen ke kinerja 2025.

“Kemudian di 2025 alhamdulillah kita bisa naik 15 persen menjadi USD 142 juta,” kata Melati dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (31/3).

Kemudian pendapatan atau revenue meningkat dari USD 548 juta pada 2023 menjadi USD 716,98 juta pada 2024, lalu naik 10 persen menjadi USD 785,78 juta pada 2025.

Di sisi lain, total biaya (total cost) juga mengalami kenaikan seiring peningkatan produksi. Biaya naik 8 persen pada 2024 menjadi USD 575,40 juta dibandingkan 2023, dan kembali naik 7 persen pada 2025 jadi USD 515,05 juta.

Untuk EBITDA, Inalum mencatat lonjakan signifikan. Pada periode 2023 ke 2024, EBITDA tumbuh 121 persen, dan kembali meningkat 60 persen pada 2025 menjadi USD 208,7 juta.

Sementara itu, rasio keuangan juga membaik. Net profit margin naik dari 17,3 persen pada 2024 menjadi 18,2 persen pada 2025. Return on asset (ROA) meningkat dari 5 persen menjadi 6 persen dan return on equity (ROE) naik dari 6,2 persen menjadi 7 persen.

Melati menjelaskan, produksi aluminium Inalum juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, produksi tercatat sekitar 215,13 ribu ton, kemudian naik menjadi 274,23 ribu ton pada 2024.

“Salah satu upaya kita adalah dengan mengupgrade teknologi kita di tahun 2024, kemudian di tahun 2025 sendiri kami berhasil naik 2 persen di atas kapasitas terpasang di 280 ribu,” imbuhnya.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Inalum beroperasi di Indonesia. Dari sisi penjualan, Inalum juga mencatat penjualan naik sekitar 26 persen dari 220 ribu ton pada 2023 menjadi 276,38 ribu ton pada 2024, lalu meningkat tipis 1 persen menjadi 280,14 ribu ton pada 2025.

Saat ini, komposisi produk masih didominasi oleh aluminium jenis ingot G1 sebanyak 213 ribu ton, disusul jenis billet sebanyak 16 ribu ton, alloy 18,55 ribu ton, molten 6 ribu ton dan ingot S2 2 ribu ton.

Kontribusi Inalum terhadap negara juga meningkat. Pada 2025, pajak penghasilan potongan dan pungutan mencapai sekitar Rp 56 miliar, sementara PPh Badan sebesar Rp 874 miliar, serta pajak dan retribusi daerah sekitar Rp 165 miliar.

Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari dividen kepada holding MIND ID tercatat sekitar Rp 19 miliar pada 2025, sedikit menurun dari sekitar Rp 21 miliar pada 2024.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Insiden Markas UNIFIL: Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Kawal Pemulangan Jenazah Praka Farizal
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Nuggets Terjang Warriors, Celtics Amankan Tiket Play-off
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Banjir Rendam Jalan TB Simatupang-Fatmawati Jaksel, Begini Kondisi Terkini
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Wabup Melayat ke Rumah Duka Praka Farizal: Pahlawan dari Kulon Progo
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Donald Trump Perintahkan Perang Darat, Iran: Kami.Jadikan Mereka Penghuni Neraka
• 20 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.