JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati mengeluhkan tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter mengganggu aktivitas bongkar muat.
Sampah yang menggunung itu berada di dekat area pedagang sayur dan buah, sehingga mempersempit akses kendaraan.
"Biasanya malam sama sore itu padat banget, karena kan yang bongkar muat truk terus jalan jadi agak menyempit karena sampah," ungkap Agus (48) salah satu pedagang saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026).
Agus menjelaskan, penumpukan sampah pernah terjadi pada Januari 2026. Namun kondisi tumpukan sampah saat ini jauh lebih parah.
"Iya sejak Bantargebang itu longsor tuh, makanya sampah nggak dibuang sama sekali dampaknya ngeluber. Itu pun sudah diratain sama beko, kalau enggak ya udah ke mana-mana, parah ini," ungkap Agus.
Baca juga: Tembok TPS Pasar Kramat Jati Roboh Belum Diperbaiki, Warga Khawatir Tertimpa Anak-anak
Keluhan serupa disampaikan Ratno (51), pedagang lainnya. Ia mengaku proses bongkar muat kini memakan waktu lebih lama dibandingkan biasanya.
"Biasanya bongkar muat selesai satu jam, bisa dua jam lebih karena kan jalan mengecil itu, terus yang datang kendaraan gede semua," ungkap Ratno.
Febryan Kevin/Kompas.com Kondisi tumpukam sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (31/3/2026).
Menurut Ratno, tumpukan sampah yang tidak segera diangkut juga berdampak pada minat pembeli.
"Ini kan sampah buat jalanan jadi becek ya, kalau kena matahari itu nguap jadi bau kemana-mana, takutnya pembeli jadi malas ke belakang," jelasnya.
Baca juga: Pengangkutan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Berlanjut, Tumpukan Masih Menggunung
Sebelumnya, pengangkutan tumpukan sampah setinggi enam meter di Pasar Induk Kramat Jati terus dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan Kompas.com sejak Selasa pagi, terlihat empat truk sampah mulai mengangkut timbunan sampah. Truk tersebut bertuliskan Suku Dinas LH Kepulauan Seribu.
Selain itu, satu alat berat jenis shovel juga dikerahkan untuk memasukkan sampah ke dalam truk yang datang.
Kondisi jalan di sekitar lokasi tampak becek karena sampah bercampur air dan menggenang hingga ke badan jalan.
Meski sudah dilakukan pengangkutan, tetapi gunungan sampah masih terlihat tinggi, Bau menyengat pun masih tercium di sekitar Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati.
Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menyampaikan, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati terjadi akibat keterbatasan armada pengangkut.