Diplomat PBB Mundur Usai Beberkan Skenario Serangan Nuklir ke Iran

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
New York -

Seorang diplomat senior terkait Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundurkan diri dari jabatannya, setelah mengklaim bahwa badan dunia itu sedang bersiap untuk menghadapi skenario yang melibatkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran, saat perang terus berkecamuk.

Dilansir NDTV, Selasa (31/3/2026), Mohamad Safa yang menjabat sebagai perwakilan utama Patriotic Vision (PVA) di PBB, mengumumkan pengunduran dirinya melalui unggahan di media sosial X, disertai surat yang menjelaskan alasannya mundur.

PVA merupakan organisasi internasional yang memiliki status konsultatif khusus pada Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).

Dalam pengumuman pengunduran dirinya via media sosial X, Safa menyatakan dirinya mengambil keputusan mundur setelah banyak pertimbangan. Dia mengklaim beberapa tokoh senior PBB melayani lobi yang kuat.

"Setelah banyak pertimbangan, dan setelah menjadi jelas bagi saya bahwa beberapa pejabat senior PBB melayani lobi yang kuat dan bukan melayani PBB, saya telah memutuskan untuk menangguhkan semua tugas saya sebagai Perwakilan Utama PVA di PBB dan dari semua komite/kelompok PBB yang saya menjadi anggotanya," tulis Safa dalam pernyataannya.

Baca juga: AS Jatuhkan Bom Bunker ke Gudang Amunisi Iran, Picu Bola Api

"Saya tidak dapat dengan hari nurani yang baik, menjadi bagian dari atau menyaksikan apa yang terjadi pada saat PBB sedang bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir," ujarnya.

Dalam postingan terpisah yang telah dibaca lebih dari 9 juta kali di media sosial X, Safa memposting foto Teheran, ibu kota Iran, sembari mengungkapkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran selama perang berkecamuk. Dia menyebut PBB mempersiapkan skenario untuk menghadapi situasi tersebut.

"Saya pikir orang-orang tidak memahami betapa seriusnya situasi ini karena PBB sedang bersiap untuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir di Iran," kata Safa dalam postingannya.

"Ini adalah foto Teheran. Untuk Anda yang tidak berpendidikan, tidak pernah bepergian, tidak pernah bertugas, para pendukung perang yang menjilat bibir membayangkan akan mengebomnya. ini bukan gurun dengan populasi rendah. Ada keluarga, anak-anak, hewan peliharaan keluarga. Orang-orang kelas pekerja biasa dengan mimpi. Anda sakit jiwa karena menginginkan perang," tulisnya.




(nvc/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sensasi Mengemudi Khas Jip di iCar V23
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Liverpool Siap Gigit Jari, Bayern Munchen Tancap Gas Tikung Perburuan Bek Prancis Maxence Lacroix
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Memasak Nasi Rendah Kalori dan Tidak Mudah Basi untuk Pejuang Diet
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pramono Ungkap Transaksi selama Jakarta Festive Wonder 2026 Tembus Rp 67,5 T
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ini penjelasan Sudin LH Jakbar terkait penumpukan sampah di Kalianyar
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.