Irwan Hidayat Ajak Karyawan Sido Muncul Simpan Saham dan Bijak Main Medsos

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul), Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menginisiasi langkah besar untuk meningkatkan produktivitas aset karyawannya dengan mendorong mereka mulai menabung saham.

Edukasi ini disampaikan Irwan dalam kegiatan edukasi saham yang digelar di Agrowisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (30/3).

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh ratusan karyawan Sido Muncul, tetapi juga diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang, di antaranya Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).

Irwan Hidayat memaparkan bahwa ide untuk mengajak karyawannya menyimpan dana dalam bentuk saham muncul secara spontan pada momen Lebaran lalu.

Hal ini dipicu oleh momen ketika asisten rumah tangganya berpamitan pulang kampung dan meminta uang simpanan yang selama ini dititipkan kepada istri Irwan.

Saya sempat berdiskusi dengan asisten rumah tangga saya yang menanyakan alternatif investasi. Dari situ saya melihat bahwa edukasi keuangan masih sangat dibutuhkan di berbagai kalangan," ujar Irwan menjelaskan latar belakang pemikirannya.

Menurut Irwan, saat ini hanya sekitar 3–4 persen penduduk Indonesia yang memiliki investasi di pasar saham. Angka ini tertinggal jauh dibandingkan Amerika Serikat yang telah mencapai lebih dari 60 persen.

Ia menekankan pentingnya penggunaan diksi "menabung saham" agar lebih mudah diterima masyarakat ketimbang istilah investasi.

"Bisa pilih perusahaan yang sudah terbukti, perusahaannya track record-nya bagus, membagi dividen dengan baik, perusahaannya berkembang, selalu untung selama berpuluh tahun," lanjutnya. Irwan menegaskan bahwa dari 4.000 karyawan Sido Muncul, saat ini baru sekitar 30 orang yang memiliki saham, sehingga praktik langsung jauh lebih penting daripada sekadar teori.

Mitigasi Risiko dan Reputasi Emiten

Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia, Budiman Satrio Sudono, yang turut hadir memberikan edukasi, meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebih mengenai risiko kerugian. Ia memberikan analogi sederhana mengenai risiko di setiap lini usaha.

"Sama saja misal Bapak piara kambing, risikonya apa? Oh, piara kambing bisa mati kambingnya, lalu untuk pakan, untuk jasa bisa saja tidak nutup. Jadi semuanya tetap ada risiko," kata Budiman.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Budiman menyarankan masyarakat memilih perusahaan dengan fundamental kuat. Ia merujuk pada performa Sido Muncul sebagai salah satu dari sekitar 700 perusahaan yang melantai di bursa dengan prestasi kepemimpinan yang konsisten.

"Kita berapa kali ada program the best CEO ya dan kebetulan waktu itu CEO-nya Pak David Hidayat dan kita selalu pilih Pak David untuk jadi best CEO. Dan itu kita tidak sembarang kasih, tapi kita mengukur dari sekian ratus saham di Indonesia," jelasnya.

Kebijakan ini disambut positif oleh internal perusahaan. Bambang (58), karyawan yang telah mengabdi selama 28 tahun, menyatakan kegembiraannya atas wawasan baru ini.

“Pak Irwan memberikan kesempatan bagi kami untuk mulai berinvestasi saham. Dengan memiliki saham perusahaan, saya merasa lebih memiliki keterlibatan terhadap perusahaan,.

Tidak hanya karyawannya, salah satu mahasiswa yang hadir juga merasa dapat insight menarik dari pemaparan Irwan. Erwin, mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang bilang bahwa baginya menabung saham adalah hal penting.

“Salah satu materi (Irwan) ngajarin kalau kita harus mulai nabung saham, bukan main saham. Jadi agar lebih mengerti lagi dalam dunia investasi. Saya juga sempat cek profil saham Sido Muncul,” ujarnya.

Ia juga bilang, bahwa penting bagi mahasiswa untuk memulai menabung saham agar bisa melanjutkan hal-hal baik kepada anak cucu nantinya. Sebagai mahasiswa, ia akan berusaha untuk melanjutkan kebiasaan baik yang disarankan oleh Irwan.

Jalur Komunikasi Hadapi Krisis Media Sosial

Selain bicara soal menabung saham, Irwan Hidayat juga merambah ke ranah manajemen reputasi digital. Terkait serangan atau unggahan negatif terhadap produk seperti Tolak Angin di media sosial, Irwan memilih pendekatan yang berbeda dari biasanya.

Ia pun lebih mengutamakan komunikasi langsung untuk menyelesaikan persoalan yang merugikan citra perusahaan.

Pihak perusahaan terlebih dahulu menelusuri sumber dan motif di balik setiap unggahan negatif guna memastikan apakah postingan tersebut merupakan gerakan buzzer, kompetitor, atau sekadar aksi individu.

Hasilnya, ditemukan bahwa banyak netizen yang hanya mencari perhatian atau sekadar melakukan repost tanpa memahami dampaknya.

“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya. Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah,” ungkap Irwan.

Irwan menilai membawa kasus tersebut ke ranah hukum bukanlah solusi utama, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki niat jahat. Ia lebih memilih memberikan klarifikasi dan edukasi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Sebagai penutup, Irwan mengimbau netizen untuk lebih bijak dan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya ke ruang publik.

“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah telanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, MUI Tuntut Pertanggungjawaban!
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Perang Lawan Teroris, Ujung-ujungnya Trump Ingin Ambil Minyak Iran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Cetak Rekor Tertinggi, Mentan Sebut Stok Beras RI Capai 4,3 Juta Ton di Maret 2026
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Tinju Dunia: Caroline Dubois Hadapi Terri Harper, Pertarungan Unifikasi Kelas Ringan Putri Digelar Akhir Pekan Ini
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Ungkap Dugaan Asrul Aziz Taba Beri Uang 406.000 Dolar AS ke Gus Alex
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.