Perang Lawan Teroris, Ujung-ujungnya Trump Ingin Ambil Minyak Iran

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengambil alih minyak Iran. Dia juga membuka kemungkinan merebut pusat ekspor utama negara tersebut di Pulau Kharg, padahal sebelumnya dia membingkai serangan terhadap Iran sebagai bagian dari perang melawan teroris seperti yang sebelumnya ditulis dalam akun Truth Social.

Pernyataan ingin merebut minyak Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk Persia. AS sudah mengerahkan ribuan pasukan di sana, termasuk unit amfibi serta sebagian pasukan 82nd Airborne yang tengah menuju wilayah tersebut.

"Preferensi saya adalah mengambil minyaknya," kata Trump kepada Financial Times, dikutip dari Bloomberg, Selasa (31/3).

Ia juga membandingkan langkah tersebut dengan operasi di Venezuela pada Januari lalu ketika AS menangkap pemimpin negara itu, Nicolas Maduro. Setelah Maduro diamankan, Trump langsung merebut kendali minyak Venezuela.

Pernyataan Trump ini langsung mendorong harga minyak mentah dengan Brent diperdagangkan di atas USD 115 per barel. Angka ini mendekati level tertinggi sejak konflik dimulai.

Konflik antara AS dan Israel melawan Iran telah berlangsung selama empat pekan, dengan aksi saling serang yang meluas hingga target militer, fasilitas industri, serta wilayah sekutu AS di Teluk seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyampaikan secara blak-blakan mengatakan warganya sebagai orang bodoh karena mempertanyakan sikapnya menyerang Iran.

“Sejujurnya hal yang paling saya inginkan adalah mengambil minyak Iran, tetapi ada orang-orang bodoh di AS yang bertanya: ‘Mengapa Anda melakukan itu?’ Mereka itu orang-orang bodoh," kata Trump.

Berbeda dengan skenario di Venezuela, upaya mengambil alih minyak Iran akan melibatkan invasi dan penguasaan Pulau Kharg, yang juga menjadi lokasi pangkalan angkatan laut Iran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, merespons dengan peringatan keras. Ia menyatakan, “orang-orang kami sedang menunggu tentara Amerika masuk ke darat,” sebagaimana dikutip media semi-resmi Tasnim.

Trump pun mengakui bahwa operasi semacam itu akan membutuhkan kehadiran militer AS dalam jangka waktu tertentu. “mengambil Pulau Kharg juga berarti kami harus berada di sana untuk beberapa waktu,” ujarnya.

Meski demikian, ia meremehkan kemampuan pertahanan Iran di pulau tersebut. “saya tidak berpikir mereka memiliki pertahanan apa pun. Kami bisa mengambilnya dengan sangat mudah,” kata Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Publik Kaget, Skandal VCS Suami Clara Shinta Terjadi saat Ramadhan?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Hari pertama MBG pascalibur Lebaran, SPPG Kemayoran layani 3.298 porsi
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
RUU Hukuman Mati untuk Tahanan Palestina di Israel Tuai Kecaman Global
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapal Tanker Raksasa Kuwait Terbakar Diserang Iran di Perairan Dubai, Harga Minyak Melonjak
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Bos Mafia Steven Lyons Buronan Interpol Ditangkap di Bali
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.