Tiga kapal China berhasil berlayar melewati Selat Hormuz. Hal ini bisa terjadi berkat adanya koordinasi yang terjadi antara China dengan Iran.
“Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya merupakan jalur penting bagi perdagangan global dan pasokan energi. China menyerukan gencatan senjata segera, penghentian pertempuran, serta pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dikutip dari Reuters, Selasa (31/3).
Meski demikian, ia tak memberi rincian mengenai ketiga kapal yang berhasil lewat Selat Hormuz. Berdasarkan data pelacakan kapal yang diakses MarineTraffic, terdapat dua kapal kontainer China yang berlayar melalui Selat Hormuz pada Senin (30/3) lalu.
Adapun kedua kapal tersebut berlayar dalam formasi rapat saat keluar dari selat menuju perairan terbuka.
“Kedua kapal berhasil melintas dalam percobaan kedua hari ini, menandai kapal kontainer pertama yang keluar dari Teluk Persia sejak konflik dimulai, tidak termasuk kapal berbendera Iran. Keduanya saat ini melaju dengan kecepatan tinggi menuju Teluk Oman,” kata Rebecca Gerdes, analis data di Kpler sekaligus pemilik MarineTraffic.
Meski begitu, pejabat dari COSCO yang merupakan perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kedua kapal tersebut tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait berhasilnya dua kapal mereka melintasi Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk dan mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut. Hal ini membuat ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut terjebak di dalam Teluk. Ekspor energi termasuk minyak mentah dari Arab Saudi dan gas alam cair (LNG) dari Qatar secara efektif terhenti.
Kapal Yunani Juga Berhasil Lewati Selat HormuzSelain kapal China, sebuah kapal tanker yang dioperasikan oleh perusahaan Yunani yang membawa minyak mentah Arab Saudi menuju India juga baru-baru ini keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz.
Kapal berbendera Malta bernama Marathi itu mulai kembali menyalakan transmitter posisinya ketika sudah berada di lepas pantai India pada 26 Maret, setelah terakhir kali melaporkan posisinya di dalam Teluk pada 2 Maret lalu.
Kapal tanker gas petroleum cair (LPG) berbendera India juga berhasil melewati Selat Hormuz pada Sabtu (28/3) lalu. Kapal itu menyusul dua kapal lainnya yang lebih dulu berhasil keluar membawa pasokan penting gas menuju India.
Selat Hormuz ditutup sejak AS bersama Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu. Penutupan Selat Hormuz menyebabkan pasokan energi global terhambat dan harga minyak dunia naik.
Iran baru-baru ini menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi negara-negara sahabat yang menentang serangan AS-Israel. Kementerian Luar Negeri RI mengatakan dua kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz telah mendapat sinyal positif dari pemerintah Iran untuk segera melintasi Selat Hormuz.




