JAKARTA, KOMPAS.com – Warga di sekitar Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kencana, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sampah yang hingga kini masih menumpuk.
Permintaan itu muncul setelah pernyataan Pramono yang menyebut tumpukan sampah di sejumlah wilayah Jakarta telah dibersihkan pasca-insiden longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Namun, kondisi di TPS Kencana justru menunjukkan sebaliknya. Sampah masih terlihat menggunung dan belum tertangani secara optimal.
Baca juga: Klaim Pramono Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Dinilai Terlalu Dini
Suyitno (50), warga setempat, mengatakan kondisi tersebut masih memprihatinkan dan belum mengalami perbaikan berarti.
"Nah, ini buktinya masih ada. Ya itu, ini buktinya sampah masih numpuk. Makanya Gubernur turun ke bawah, jangan cuma hanya terima laporan dari anak buahnya," ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi pada Selasa (31/3/2026).
Ia berharap Pramono dapat meninjau langsung kondisi di lapangan, khususnya di titik-titik yang masih mengalami penumpukan sampah.
"Saya pengin Gubernur tuh turun ke bawah, titik-titik sampah itu semua didatangi dengan sendirinya. Gubernur langsung loh," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Nur (55), seorang pedagang di sekitar lokasi. Ia meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi juga mendengar langsung suara warga terdampak.
"Kalau pak Gubernur bilang udah enggak ada sampah numpuk harusnya ke sini. Kayak KDM tuh langsung datang. Pak Gubernur mana pernah datang ke sini," tuturnya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.
Baca juga: Saat Pramono Bilang Jakarta Bersih Sampah, tapi Fakta di Lapangan Belum Sepenuhnya Usai
Klaim Pemprov DKISebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tumpukan sampah di berbagai wilayah Jakarta telah berhasil dibersihkan dan kondisi kini berangsur normal.
“Sekarang ini sudah tertata kembali dan beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi, tetapi sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali,” ucap Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, penumpukan sampah sempat terjadi akibat longsor di zona 4A TPST Bantargebang yang mengganggu distribusi pengiriman sampah dari Jakarta.
“Ini sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A kemudian memang harus ada waktu 10 hari untuk apa kita tata kembali,” lanjutnya.
Menurut Pramono, kondisi kini mulai pulih seiring dengan beroperasinya kembali TPST Bantargebang.
“Karena memang Bantargebang sudah bisa digunakan kembali,” kata Pramono.
Baca juga: Imbas Longsor Bantargebang, Pemkot Jakbar Usulkan Ternak Lele untuk Atasi Sampah




