EtIndonesia. Pada 28 Maret 2026, di Pantai Emas Aranya, Qinhuangdao, Provinsi Hebei, Tiongkok, muncul fenomena langka berupa fatamorgana berbentuk “pita” yang membentang, berlangsung setidaknya selama satu jam. Pemandangannya sangat mengesankan.
Banyak warganet menyaksikan dan merekam kejadian tersebut pada hari itu. Video menunjukkan bahwa fatamorgana ini berbentuk pita horizontal yang teratur, membentang di atas permukaan laut. Tepiannya tampak rapi seperti dipotong, dengan batas yang jelas antara langit dan laut. Para saksi menggambarkannya seperti “kereta balok yang melayang”.
Menurut laporan media daratan Tiongkok, Jimu News, seorang pria bermarga Ma yang mengelola penginapan di Qinhuangdao mengatakan bahwa sekitar pukul 14.20, saat ia merekam video di tepi laut, ia melihat bayangan samar mulai muncul di dekat garis horizon, lalu semakin lama semakin jelas.
Ia menggambarkan bahwa bayangan tersebut membentuk satu garis horizontal yang rapi, memanjang dari kiri hingga kanan cakrawala. Gambar itu terlihat seperti kereta yang tersusun dari balok-balok, berisi berbagai bangunan, dengan pilar-pilar besar sebagai penyangga. Di bagian depan tampak kapal besar yang bergerak dan melayang. Dengan mata telanjang, terlihat berwarna-warni dan sangat spektakuler.
Seorang fotografer perjalanan lokal bermarga Zhao mengatakan bahwa ia berada di pantai sepanjang sore itu. Sekitar pukul 15.40, ia diberi tahu oleh orang lain tentang adanya fatamorgana, lalu merekam beberapa video. Dalam rekaman, fatamorgana di garis cakrawala tampak menyatu dengan bangunan di teluk yang jauh, dan semakin memudar saat menjauh dari pantai.
Berdasarkan catatan waktunya, dari awal terbentuk hingga menghilang, fenomena ini berlangsung setidaknya satu jam. Saat ia meninjau foto-foto sebelumnya di ponselnya, ia menemukan bahwa sekitar pukul 14.40, garis cakrawala sudah menunjukkan beberapa lapisan, yang kemungkinan menandai awal terbentuknya fatamorgana.
Ma mengatakan bahwa selama lebih dari 30 tahun tinggal di daerah tersebut, ia belum pernah melihat fatamorgana. Bahkan yang pernah ia lihat di televisi biasanya berupa bangunan atau pegunungan yang tidak beraturan, sementara yang kali ini sangat unik dan sulit dipercaya.
Warganet di Tiongkok juga berkomentar:
- “Sekitar pukul 2 siang hari itu, tiba-tiba terlihat fatamorgana besar di atas laut Aranya, sangat berbeda dari biasanya yang hanya lautan kosong.”
- “Fatamorgana itu adalah pertemuan singkat antara dua dimensi paralel—orang di sana juga melihat kita!”
- “Saya tidak percaya penjelasan pembiasan cahaya, itu hanya istilah yang dibuat karena para ahli tidak bisa menjelaskan!”
Fatamorgana, yang juga disebut “haishi”, “shenlou”, atau “mirage”, telah banyak dicatat dalam literatur klasik Tiongkok. Fenomena ini tidak hanya berupa gambar statis, tetapi juga bisa menampilkan objek bergerak, bahkan konon dapat “memantulkan” suara.
Dalam buku Mengxi Bitan karya ilmuwan Dinasti Song Utara, Shen Kuo, terdapat deskripsi tentang fenomena ini: “Di laut Dengzhou kadang muncul awan berbentuk istana, menara, kota, manusia, kereta dan kuda, semuanya tampak jelas.”
Deskripsi ini bahkan menyebutkan bahwa orang-orang dapat mendengar suara kendaraan dan manusia dari dalam “fatamorgana” tersebut.
Mengenai penyebab fatamorgana, penjelasan ilmiah modern menyatakan bahwa ini adalah fenomena optik alami akibat pembiasan cahaya. Namun, penjelasan ini masih dianggap tidak sepenuhnya meyakinkan oleh sebagian orang, karena sering kali tidak dapat ditemukan lokasi nyata yang sesuai dengan bayangan yang terlihat.
Sebagian orang juga berpendapat bahwa fatamorgana adalah gambaran dari dimensi lain yang secara kebetulan terpantul ke dunia manusia, sehingga tidak memiliki padanan nyata di dunia ini. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





