Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika pembicaraan untuk mengakhiri konflik tidak segera mencapai kesepakatan.
Ancaman Keras di Tengah NegosiasiTrump menyampaikan peringatan tersebut meski mengklaim negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan.
"Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, meskipun kemungkinan besar akan tercapai, dan jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk urusan bisnis; maka kami akan mengakhiri sikap diam kami di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua pembangkit listrik mereka, sumur minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)," tulis Trump.
Ia juga menyebut diskusi dengan Iran sedang berlangsung serius dan berpotensi menghasilkan kesepakatan dalam waktu dekat.
"Kesepakatan bisa dicapai dengan cukup cepat," ujarnya.
Iran Bantah Negosiasi LangsungDi sisi lain, Iran menyatakan tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dan menyebut komunikasi hanya dilakukan melalui perantara.
Sejumlah negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir terlibat dalam upaya mediasi antara kedua pihak.
Konflik meningkat sejak serangan udara Amerika dan Israel ke Iran pada Februari lalu yang menewaskan lebih dari seribu orang, termasuk pejabat tinggi Iran.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah, yang turut memicu gangguan terhadap stabilitas kawasan dan pasar global.




