Gubernur Pramono Anung Minta Maaf atas Lambatnya Perbaikan Zebra Cross di Tebet

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta maaf kepada masyarakat atas lambatnya respons pemerintah dalam memperbaiki zebra cross di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, yang sempat menjadi sorotan publik.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Selasa sebagai tanggapan atas kritik yang berkembang di masyarakat.

Ia mengatakan, "Kami minta maaf untuk itu," sebagai bentuk pengakuan atas keterlambatan penanganan fasilitas penyeberangan tersebut.

Apresiasi Kreativitas Warga dan Penegasan Aturan

Meski demikian, Pramono mengapresiasi inisiatif warga yang secara mandiri menggambar ulang zebra cross di lokasi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan.

Ia menyampaikan, "Untuk zebra cross kreativitas warga, saya mengucapkan terima kasih. Hanya memang zebra cross itu kan juga ada aturan mainnya, sehingga yang sekarang terjadi di lapangan, kami sempurnakan lagi, kami kembalikan kepada aturan yang memang sudah diatur," ungkapnya.

Pramono menegaskan bahwa zebra cross memiliki standar dan aturan yang berlaku secara global sehingga tidak dapat dibuat sembarangan tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan.

Pemeliharaan Jalan Jadi Penyebab Zebra Cross Hilang

Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga mengapresiasi kepedulian warga yang mengecat zebra cross di Jalan Soepomo, Tebet, namun menegaskan bahwa pembuatan marka jalan harus mengikuti peraturan perundang-undangan dan standar teknis.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny menjelaskan bahwa hilangnya zebra cross disebabkan oleh proses pemeliharaan jalan dan pembangunan trotoar pada akhir 2025 yang menutup marka lama dengan lapisan aspal baru.

Ia menyatakan, "Hal ini penting untuk memastikan aspek keselamatan seluruh pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor, serta mencegah potensi distraksi yang dapat mengganggu konsentrasi berkendara," jelasnya.

Dinas Bina Marga juga menyebut pemasangan kembali zebra cross tidak dapat dilakukan segera setelah pengaspalan karena material thermoplastic membutuhkan waktu pengeringan optimal agar dapat menempel dengan baik dan tahan lama.

Lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai prioritas pemeliharaan marka jalan tahun 2026 dan dalam waktu dekat zebra cross akan dibangun kembali sebagai tindak lanjut pemerintah daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Kasus Andrie Yunus, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Kepala BGN Ungkap Arahan Prabowo Terkait Ratusan Dapur MBG yang Kena Suspend
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
KSOP Teluk Palu catat hilir mudik penumpang Lebaran turun 14 persen
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Foto: Melihat Pertemuan Prabowo dengan PM Jepang Sanae Takaichi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Polling: Serial Harry Potter Bakal Tayang, Gimana Ekspektasimu?
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.