Fakta Kasus Andrie Yunus, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Fakta baru kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus terungkap. Pasalnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPR, berkas perkara itu telah diserahkan kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan setelah mendapat laporan soal peristiwa itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Dari fakta penyelidikan, polisi kemudian menyerahkan penanganan kasus ke Puspom TNI.

BACA JUGA: Update Polisi soal Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

"Dari hasil penyelidikan itu, setelah kami menemukan fakta-fakta dari hasil penyelidikan tersebut, kemudian saat ini dapat kami laporkan kepada Pimpinan bahwa permasalahan itu sudah kami limpahkan ke Puspom TNI," kata Iman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Selasa (31/3).

Sebelumnya Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

BACA JUGA: Update Kondisi Aktivis KontraS Andrie Korban Penyiraman Air Keras

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

BACA JUGA: TAUD Sebut 16 Orang Terlibat Kasus Penyiraman Andrie Yunus

Belakangan, TNI menyatakan telah mengamankan 4 orang anggotanya yang diduga jadi pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus, yakni NDP, SL, BHW, dan ES.

NDP berpangkat kapten. Sementara SL dan BHW berpangkat letnan satu (lettu) dan ES berpangkat sersan dua (serda).

Keempatnya bertugas di satuan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Hingga kini, Puspom TNI belum memberi update terkait penanganan kasus itu. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Staf Bawaslu OKU Selatan Dibunuh Pacar, Pelaku Sempat Kabur lalu Serahkan Diri
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Resmi Umumkan WFH untuk ASN dan Swasta, Begini Penjelasannya
• 58 menit lalubisnis.com
thumb
Jadi Biang Kerok IHSG Turun, Segini Harga Saham BBCA Jelang Pembagian Dividen
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Timnas Indonesia Vs Bulgaria: Tim Garuda Gagal Juara FIFA Series 2026 karena Gol Penalti
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Cek Pilihan Saham Emiten Big Caps Usai Kompak Rilis Lapkeu 2025
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.