Pemerintah Batasi Pembelian BBM 50 Liter Setiap Kendaraan Per Hari

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan penggunaan barcode My Pertamina dalam rangka memastikan distribusi BBM tetap terjaga. Kebijakan ini menetapkan batas wajar 50 liter per kendaraan, dengan pengecualian bagi kendaraan umum.

"Untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode My Pertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan. Tetapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers Selasa, 31 Maret 2026.

Di kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk membeli BBM secara wajar dan bijak. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi yang ada saat ini.

"Saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerjasama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak," kata Bahlil.
 

Baca Juga :

Istana Pastikan Harga BBM Tidak Naik Per 1 April 2026


Bahlil yang mengaku berlatar belakang sebagai mantan sopir angkot memberikan perspektif mengenai kewajaran pembelian BBM. "Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tankinya sudah penuh. Satu hari. Jadi kita akan mendorong ke sana," ujarnya.

Mengenai harga BBM, Bahlil menegaskan belum ada penyesuaian harga, khususnya untuk BBM subsidi dan produk Pertadex atau solar berkualitas tinggi. Ia menambahkan bahwa Presiden selalu memberikan perhatian kepada kepentingan rakyat, terutama masyarakat kurang mampu, sehingga kebijakan yang diambil diarahkan agar semuanya dapat berjalan dengan baik.

"Apalagi tadi Pak Menko dan Pak Menkeu sudah menyiapkan anggaran, Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat di bawah, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus mendapat atensi lebih dalam rangka bagaimana membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Bahlil.


Ilustrasi BBM. Foto: MI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dikepung, Pria Naik Atap dan Ancam Warga Pakai Parang
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Menjaga Asa di Ujung Gerobak: Kisah Abah Budi Menyusuri Jalanan Cihapit Bandung
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Gerombolan Ikan Sapu-sapu Menginvasi Sungai di Bundaran HI
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tinju Dunia: Caroline Dubois Hadapi Terri Harper, Pertarungan Unifikasi Kelas Ringan Putri Digelar Akhir Pekan Ini
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekonom Nilai Usulan Kenaikan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat hingga 15% Rasional
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.