jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Siti Fauziah menyebut pihaknya menerapkan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) bagi ASN di internal mulai Rabu (1/4), demi penghematan energi.
Penghematan dilakukan sebagai imbas eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng) yang menganggu pasokan bahan bakar.
BACA JUGA: 3 TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian, MPR RI Minta Indonesia Tarik Prajurit dari Lebanon
"Itu dimulai per tanggal 1 April besok. Aturan itu sudah kami mulai," kata Siti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3).
Dia menuturkan WFH ASN di kesekretariatan terlaksana setiap Rabu, sedangkan pada Jumat ada pembagian piket.
BACA JUGA: Waka MPR Berharap Kehadiran AI Mampu Memperkuat Proses Berpikir Kritis Peserta Didik
Menurutnya, ASN pada Jumat sebagian bekerja langsung di MPR, sisanya bisa melakukan WFH dan WFA.
"Jadi di hari lain itu tetap ada pembagian tugas, di mana siapa yang akan masuk kantor itu akan diatur oleh eselon II, karena eselon II yang bertanggung jawab langsung kepada unit-unitnya," lanjutnya.
BACA JUGA: Waka MPR Wanti-Wanti Menkeu Purbaya: APBN Kuat Bukan Jaminan Lolos dari Krisis Energi
Dia mengatakan langkah penghematan juga dilakukan kesekretariatan dengan membatasi penggunaan listrik sampai pukul 18.00 WIB pada hari kerja.
"Jadi listrik ini akan dipadamkan juga di jam 18.00. Jadi, kami berharap semua kegiatan akan berakhir di jam 17.00," kata Siti.
Dia melanjutkan kesekretariatan yakin kinerja MPR sebagai lembaga tidak terganggu meski muncul kebijakan WFH, WFA, hingga kerja di kantor.
"Jadi, semua itu kami lakukan efisiensi, tetapi tidak mengganggu efektivitas dari kinerja pimpinan, anggota, dan sekretariat juga," ujar Siti.
Dia mengatakan kesekretariatan menerapkan sanksi bagi ASN yang melanggar aturan ketika mereka mendapat giliran WFA dan WFH.
"Kami juga akan menerapkan aturan-aturan sanksi atau hukuman disiplin sesuai dengan aturan yang ada," ujar Siti. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PP Tunas Diterapkan, Waka MPR Ajak Gerak Bersama Ciptakan Ruang Digital Aman untuk Anak
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan




