Pemerintah menetapkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat.
Kebijakan ini diprediksi akan menghemat anggaran negara hingga Rp 6,2 triliun.
"Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers, Selasa (31/3).
Airlangga merinci, penghematan itu datang dari pengurangan kompensasi BBM.
Kemudian, pembelanjaan BBM yang dilakukan masyarakat juga diprediksi akan bisa hemat hingga puluhan triliun Rupiah.
"Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp 59 triliun," ungkapnya.
Kebijakan WFH ini diterapkan pemerintah dalam rangka menghemat penggunaan energi di tengah perang yang terjadi di Timur Tengah.
Airlangga menjelaskan, pemilihan hari Jumat didasarkan pada praktik yang sudah berjalan di sejumlah kementerian.
“Mengapa dipilih Jumat? Karena memang sebagian sudah beberapa kementerian sudah melaksanakan itu, kerja empat hari dalam satu minggu dengan aplikasi. Ini pasca-dari COVID kemarin,” ujarnya.
Selain itu, Airlangga menilai hari Jumat memiliki beban kerja yang relatif lebih ringan dibandingkan hari kerja lainnya.
“Kami pilih hari Jumat karena memang hari Jumat kan setengah, artinya tidak sepenuh hari Senin sampai Kamis,” ujarnya.





