Kapal Perang Rusia Tiba di Jakarta, Dubes: Ini Simbol Kemitraan, Bukan Ancaman

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tiga kapal perang Armada Pasifik Angkatan Laut (AL) Federasi Rusia bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak Minggu (29/3).

Duta Besar Federasi Rusia untuk RI, Sergei Tolchenov pada Selasa (31/3) menegaskan kunjungan armada AL Rusia ini adalah simbol kerja sama militer yang telah terjalin lama antara kedua negara.

“Ini bukan ancaman bagi negara mana pun di kawasan. Ini adalah simbol kesiapan kami untuk bekerja sama dengan Indonesia,” kata Tolchenov.

Kedatangan satuan armada itu disebut dalam rangka kegiatan bersama TNI-AL, termasuk latihan bersama.

Ia juga menekankan bahwa hubungan antara AL Rusia dan Indonesia sudah terjalin lebih dari 60 tahun, sejak era 1960-an ketika Rusia membantu Indonesia dengan pengiriman kapal perang, kapal selam, dan pesawat tempur.

“Kedatangan kapal perang ke suatu negara adalah bagian dari kerja sama militer yang normal,” tambahnya.

Spesifikasi Kapal yang Dibawa ke Jakarta

Dalam kunjungan kali ini, satuan kapal Rusia yang tiba terdiri dari korvet Gromky-335, kapal selam Petropavlovsk Kamchatsky B-274, dan kapal tunda Andrey Stepanov.

Wakil Komandan Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Evgenii Myasoedov menjelaskan, korvet kelas Steregushchiy tersebut merupakan kapal multifungsi yang memiliki kemampuan anti-kapal selam, dilengkapi rudal berpemandu, torpedo, dan artileri, serta helikopter di dalamnya.

“Kapal ini dapat mengawal kapal lain, kapal dagang, maupun kapal perang, dan saat ini kami telah mengawal kapal selam dalam jarak jauh,” ujarnya.

Selain itu, kapal selam kelas Kilo yang dibawa disebut sebagai salah satu yang paling modern di dunia.

“Kapal selam kami adalah salah satu yang paling modern dalam armada kami. Tugas utamanya adalah operasi anti-kapal selam. Selain itu, juga memiliki kemampuan untuk menghadapi objek pendaratan,” ungkap Myasoedov.

Sementara kapal terakhir yang dibawa merupakan kapal tunda atau tugboat. Sebagai kapal pendukung, kapal tersebut bukan untuk tempur, melainkan untuk membantu menarik kapal besar dan penyedia logistik di laut.

Buka Peluang Transfer Pengalaman

Tolchenov menambahkan, selain untuk kunjungan persahabatan, pihaknya membuka kemungkinan kerja sama lebih lanjut di bidang alutsista di masa depan.

“Kami ingin menunjukkan contoh peralatan militer modern kepada Indonesia, dan mungkin ke depan ada peluang kerja sama lebih jauh,” ujarnya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda rutin kerja sama militer antara kedua negara, termasuk latihan bersama yang juga direncanakan berlangsung di Rusia tahun ini.

Rencananya, Indonesia disebut akan mengirim kapal untuk berkunjung ke Vladivostok sebagai bagian dari pertukaran militer pada Juni dan Juli mendatang.

Kehadiran kapal perang Rusia di Jakarta pun ditegaskan bukan sebagai unjuk kekuatan, melainkan bagian dari diplomasi militer yang bertujuan mempererat hubungan dan menjaga stabilitas kawasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akan Ditinggal Anak Pertama Kuliah, AHY dan Annisa Pohan Bersyukur Dikaruniai Anak Kedua di Waktu yang Tepat
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Airlangga: MBG 5 Hari Sepekan, Berpotensi Hemat Anggaran Rp 20 Triliun
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Playoff Interkontinental Piala Dunia 2026: Penakluk Timnas Indonesia Siap Tampil di Putaran Final?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
TAUD Desak Komnas HAM Libatkan Jaksa Agung Tangani Kasus Andrie Yunus
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Stok Elpiji 3 Kg di NTB Masih Aman
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.