JAKARTA, KOMPAS.TV- Harga emas sering dianggap sebagai instrumen investasi yang stabil, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, tidak sedikit investor pemula yang justru merugi karena belum memahami salah satu konsep penting dalam transaksi emas, yaitu spread jual beli.
Spread emas adalah perbedaan antara harga beli (buy) dan harga jual kembali (sell) yang ditetapkan oleh penjual atau platform investasi. Semakin besar spread, semakin lama waktu yang dibutuhkan agar nilai investasi mencapai titik impas atau break even.
Melansir laman resmi Sahabat Pegadaian, investor harus memahami cara baca spread agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.
Berikut cara membaca spread emas agar tidak merugi:Baca Juga: Beli Logam Mulia, Warga Manfaatkan Momen Harga Emas Turun
1. Konsep Dasar Spread Emas
Spread emas merupakan selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang ditetapkan oleh penjual atau platform investasi. Selisih ini menjadi “biaya tersembunyi” yang harus ditanggung investor saat bertransaksi emas.
Artinya, ketika investor baru membeli emas, nilainya belum langsung memberikan keuntungan karena masih harus menutup selisih spread tersebut. Semakin kecil spread, semakin cepat peluang untuk mencapai keuntungan.
2. Menghitung Spread Emas
Investor perlu mengetahui cara hitung spread emas secara sederhana. Caranya adalah dengan mengurangi harga beli dengan harga jual kembali pada waktu yang sama.
Misalnya, jika harga beli emas Rp1.100.000 per gram dan harga jual kembali Rp1.000.000, maka spread-nya adalah Rp100.000. Dari angka ini, investor bisa memperkirakan berapa kenaikan harga yang dibutuhkan agar investasi mulai menghasilkan keuntungan.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Sahabat Pegadaian
- Emas
- Spread emas
- Cara menentukan spread emas
- Memca spread emas
- Investasi EMAS





