Bisnis.com, PADANG — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatra Barat melaporkan kinerja pendapatan dan belanja negara di wilayah Sumbar hingga 28 Februari 2026 masih selaras dengan target APBN 2026.
Kepala Kanwil DJPb Sumbar Mohammad Dody Fachrudin mengatakan total pendapatan negara yang telah diperoleh di wilayah Sumbar sampai 28 Februari 2026 adalah sebesar Rp1,37 triliun atau tumbuh 7,62% (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya.
“Adapun belanja negara telah direalisasikan sebesar Rp6,39 triliun, jumlah ini tumbuh sebesar 38,16% [YoY] dibanding periode yang sama tahun 2025,” ujarnya melalui keterangan resmi DJPb, Selasa (31/3/2026).
Dia menjelaskan untuk realisasi pendapatan negara di wilayah Sumbar sampai 28 Februari 2026 sebesar Rp1,37 triliun atau 14,19% dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp9,65 triliun. Angka ini menunjukkan pendapatan negara di Sumbar tumbuh positif sebesar 7,62% (YoY) dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dody merinci bila melihat secara komposisi, pendapatan negara didominasi oleh penerimaan perpajakan yang dipungut dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan porsi 75,96% atau sebesar Rp1,04 triliun.
“Penerimaan pajak dalam negeri neto Sumbar sampai dengan Februari 2026 tercatat sebesar Rp674,28 miliar atau 10,55% dari target 2026 sebesar Rp6,39 triliun,” ujarnya.
Baca Juga
- Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Sumsel Tertekan Imbas Ekspor Merosot
- Deadline Lapor SPT Mundur, Penerimaan Pajak Rp5 Triliun Geser ke April 2026
Menurutnya penerimaan pajak dalam negeri bruto Sumbar tercatat sebesar Rp819,23 miliar. Sampai dengan Februari 2026, PPM berkontribusi sebesar Rp525,16 T atau 77,88% dari penerimaan. PKM berkontribusi sebesar Rp149,12 M atau 22,12% dari total penerimaan.
Penerimaan perpajakan luar negeri mencapai Rp365,01 miliar atau 26,93% dari target tahun 2026 sebesar Rp1,36 triliun. Penerimaan perpajakan luar negeri berasal dari penerimaan Pajak Bea Keluar serta Pajak Bea Masuk.
Kemudian penerimaan Bea Keluar tercatat sebesar Rp363,46 miliar atau terealisasi 27,07% dari target tahun 2026. Sedangkan, Penerimaan Bea Masuk tercatat sebesar Rp1,5 miliar atau terealisasi 12,18% dari target tahun 2026.
Dody menyebutkan pendapatan negara di Sumbar yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp328,92 miliar atau sudah mencapai 17,3% dari target 2026.
Dia bilang kenaikan pendapatan PNBP lainnya sebesar 7,16% (YoY) menjadi pendorong utama kenaikan PNBP sampai dengan 28 Februari 2026 dengan realisasi tercatat sebesar Rp84,75 miliar.





