Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengatakan aktivitas ekspor kendaraannya masih berangsur normal kendati situasi global yang tengah terjadi akhir-akhir ini.
"Masih normal kita ekspor ke Filipina. Tetapi konflik atau perang di Timur Tengah itu masih kita pelajari dan monitoring, kondisinya seperti apa agar bisa mengambil langkah yang tepat," buka Billy ditemui di Jakarta, (30/3/2026).
Pun dengan jumlah pengiriman mobil-mobil Honda buatan Indonesia ke negara tujuan ekspor yang diproyeksikan mencapai 17 ribu unit sepanjang tahun ini. Artinya hampir serupa dengan capaian 2025 kemarin.
"Masih sesuai planning sekitar 17 ribuan unit, banyak tujuannya ada 35 negara. BR-V kita itu ke Amerika Tengah dan Selatan," jelas Billy.
Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Honda menyalurkan kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) sebanyak 17.126 unit atau kontribusinya 3,3 persen dari total ekspor kendaraan Indonesia sejumlah 518.212 unit.
Model-model yang dikapalkan antara lain Brio dan BR-V ke negara-negara seperti Filipina, Kepulauan Karibia, Bangladesh, Meksiko, Vietnam, dan Brunei Darussalam.
Selama 2026, Honda Brio telah terkirim sebanyak 60 unit ke Filipina dan pada periode yang sama Januari-Februari untuk model BR-V terkirim sebanyak 3.212 unit ke Filipina, Meksiko, Kepulauan Karibia, dan Vietnam.




