Seorang pria Warga Negara (WN) Inggris, Steven Lyons (45) ditangkap di Bali setelah menjadi buron Interpol. Pria yang dikenal sebagai bos mafia di Skotlandia ini diburu atas sejumlah kejahatan di negaranya.
Dirangkum detikcom, Rabu (1/4/2026), Steven Lyons masuk dalam daftar buron Interpol yang di-Red Notice. Sebagai informasi, Red Notice Interpol adalah permintaan internasional kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang buron, sembari menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum serupa. Ini merupakan pemberitahuan (notice) untuk melacak tersangka kejahatan serius yang melarikan diri ke luar negeri.
Pada Sabtu (28/3), Lyons terlacak setelah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Pihak Imigrasi berkoordinasi dengan Divhubinter Polri dan Polda Bali serta kepolisian setempat terkait keberadaan Lyons hingga menangkapnya tanpa perlawanan.
Saat ini, pihak berwenang Indonesia telah memutuskan segera mendeportasi tersangka guna menghadapi proses peradilan di Eropa. Guna memastikan kelancaran dan keamanan proses pendeportasian, Polri telah memfasilitasi kedatangan dua perwira dari Guardia Civil Spanyol yang tiba di Bali pada Senin (30/3) sore pukul 16.35 WITA. Keduanya akan berkoordinasi langsung dengan otoritas Indonesia untuk teknis serah terima dan pemulangan tersangka.
1. Sosok Steven Lyons Pimpinan 'Lyons Crime Family'
Steven Lyons menjadi buronan paling dicari di negaranya saat ini. Lantas siapakah dia?
Steven Lyons dikenal sebagai pimpinan tertinggi 'Lyons Crime Family', sebuah organisasi kejahatan transnasional asal Skotlandia yang mendalangi jaringan pencucian uang dan perdagangan narkotika skala besar dari Spanyol ke Inggris Raya.
Melansir BBC, Steven Lyons awalnya memimpin klan Lyons, yang tadinya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire. Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow, Skotlandia. Klan Lyons kemudian dikenal sebagai kelompok mafia ternama di sana.
Pada 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).
Awalnya, aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.
Disebutkan bahwa dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan-mantan promotor tinju-saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol.
Sementara itu, Stephen Dempster, produser dokumenter 'Kinahan: The True Story of Ireland's Mafia', mengatakan, pada pertengahan 2010‑an, kelompok Lyons telah tumbuh lebih besar dan lebih kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel tersebut.
(mea/mea)





