Bisnis.com, BANDA ACEH — Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-57 yang digunakan dalam layanan Vatican News setelah penandatanganan kerja sama antara Vatikan dan perwakilan Gereja Katolik Indonesia.
Kesepakatan ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Dicastery for Communication Vatikan dan Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pada 25 Maret 2026 di Roma.
“Ini adalah perayaan persahabatan yang abadi, pengakuan atas identitas nasional kita [Indonesia], serta penguatan jembatan iman antara Indonesia dan jantung Gereja universal [Vatikan],” ujar Ketua Komisi Komsos KWI Uskup Agustinus Tri Budi Utomo, dikutip dari Vatican News, Selasa (31/3/2026).
Langkah tersebut membuka akses lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh informasi dan pesan Paus dalam bahasa ibu. Progres ini secara simbolis memperkuat hubungan antara Indonesia dan Vatikan.
Masyarakat Indonesia kini dapat mengakses berita, informasi Vatikan, serta pesan Paus secara langsung dalam Bahasa Indonesia. Hal ini juga memungkinkan umat Katolik di Indonesia dan Malaysia untuk memahami ajaran dan perkembangan Gereja dengan lebih mudah.
Pihak Vatikan menyatakan bahwa kerja sama ini akan mendorong inklusivitas serta memperkuat komunikasi pastoral di berbagai negara. Selain itu, penyampaian pesan-pesan universal seperti perdamaian dan persaudaraan dapat lebih mudah dipahami dalam konteks budaya lokal Indonesia.
Direktur komunikasi Vatikan juga menilai kehadiran Bahasa Indonesia akan membantu Gereja lokal dalam menyampaikan informasi secara lebih efektif.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, menyebut langkah ini sebagai momen bersejarah bagi Indonesia, khususnya bagi umat Katolik. Menurutnya, kerja sama ini mencerminkan pengakuan terhadap peran dan identitas Indonesia di tingkat global.
Sebagai bahasa ke-57 di Vatican News, Bahasa Indonesia kini menjadi bagian dari upaya global Vatikan dalam memperluas jangkauan komunikasi.
Penambahan ini diharapkan mampu memperkuat dialog lintas budaya serta membangun nilai bersama seperti perdamaian, persaudaraan, dan harmoniantarumat beragama.





