BEKASI, KOMPAS.TV - Longsor yang terjadi di bantaran Kali Cikarang, Kampung Kaum, Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merusak empat rumah warga.
Puput (30), salah satu warga yang terdampak, mengatakan erosi telah terjadi secara bertahap selama beberapa tahun.
Namun, sejak pertengahan 2025 lalu, kondisi semakin memburuk hingga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan rumah di lokasi tersebut.
“Kejadian longsor terparah terjadi pada Juli 2025. Sekarang terjadi lagi hingga rumah milik ibu dan saya sudah tidak dapat dihuni,” kata dia di Cikarang, Selasa (31/3/2026), dikutip dari Antara.
Ia menambahkan, sebelumnya jarak bagian belakang rumah dengan aliran Kali Cikarang sekitar tujuh meter.
Baca Juga: Longsor di TPST Bantargebang, Menteri LH Harap Beberapa Minggu ke Depan Sudah Ada Tersangkanya
Namun, pengikisan yang terjadi terus-menerus mengakibatkan sebagian bangunan seperti dapur dan ruang keluarga kini telah hilang terbawa longsor.
Menurut Puput, selain rumah milik keluarganya, tiga rumah lain yang berada di sepanjang bantaran sungai juga mengalami kerusakan berat, sehingga tidak lagi layak dihuni oleh para pemiliknya.
Saat ini, warga terdampak terpaksa mengungsi dan mencari tempat tinggal sementara, termasuk menyewa rumah kontrakan di sekitar wilayah itu demi menjaga keselamatan keluarga masing-masing.
“Saat ini saya dan ibu tinggal di rumah kontrakan. Tetangga lain juga sudah pindah karena rumah mereka tidak layak huni,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- longsor
- kali cikarang
- kabupaten bekasi
- warga terdampak longsor
- bantaran sungai cikarang
- longsor kali cikarang





