Bisnis.com, BANDA ACEH — Seorang prajurit TNI asal Aceh dari Kodam Iskandar Muda Aceh gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, sementara satu personel lainnya dalam kondisi kritis akibat serangan artileri.
Insiden tersebut terjadi di wilayah operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Desa Achid Alqusayr. Serangan mendadak dengan intensitas tinggi menghantam posisi pasukan Indonesia dan memicu eskalasi situasi keamanan di kawasan tersebut.
“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya satu personel penjaga perdamaian Indonesia dan luka yang dialami tiga lainnya,” pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (31/3/2026).
Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Romadhon, anggota Yonif 113/Jaya Sakti Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda. Almarhum tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S dan dinyatakan meninggal dunia pada Senin (30/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat.
Serangan artileri yang menghantam area Indobatt UNP 7-1 tersebut juga menyebabkan satu prajurit lainnya, Praka Rico Pramudia dari Yonif 114/Satria Musara, mengalami luka berat. Saat ini, korban dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut.
Menurut keterangan dari Kodam Iskandar Muda, serangan terjadi secara tiba-tiba di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut. Seluruh personel TNI di sektor terdampak saat ini masih berlindung di bunker untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Komando atas terus melakukan koordinasi intensif dengan unsur Satgas di lapangan serta pihak UNIFIL guna memantau perkembangan situasi dan mendalami kronologi kejadian.
Pemerintah memastikan seluruh hak prajurit yang gugur maupun terluka akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Indonesia turut mengecam keras insiden tersebut dan mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan. Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian sesuai hukum internasional.
Dalam pernyataannya, pemerintah juga menyerukan agar semua pihak menahan diri serta menghormati kedaulatan wilayah Lebanon.
Penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur serta kembali ke jalur diplomasi dinilai penting untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Kepergian Praka Farizal Romadhon menjadi kehilangan besar bagi TNI dan bangsa Indonesia. Dedikasi dan pengabdian almarhum dalam menjalankan misi perdamaian dunia mencerminkan profesionalisme prajurit Indonesia di tingkat internasional.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)


