Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta menyatakan ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di Sungai Ciliwung tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh manusia.
Informasi tersebut disampaikan Staff Sub Kelompok Perikanan Budidaya Bidang Perikanan DKPKP DKI Jakarta, Natalia Puspasari, melalui media sosial resmi DKPKP @dkpkp.jakarta sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.
“Ikan sapu-sapu yang berasal dari Sungai Ciliwung tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh manusia,” terangnya, dikutip Selasa (31/3).
Meski begitu, DKPKP menyebut ikan sapu-sapu masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam sektor lain.
“Beberapa opsi peluang yang dapat dipertimbangkan untuk pemanfaatan dengan kajian pendukung sebagai bahan baku pakan ternak, tepung ikan non-pangan, atau pupuk organik,” lanjutnya.
Sebelumnya, DKPKP juga menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi perairan tercemar.
“Ikan sapu-sapu merupakan ikan hias introduksi dari Amerika Selatan dan termasuk jenis ikan invasif karena memiliki daya tahan tinggi dan tingkat reproduksi yang cepat,” imbuhnya.





