Jakarta: Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan (Jaksel) mencatat produksi sampah di wilayah setempat mencapai 1.120 ton per hari selama masa libur Lebaran 2026.
"Estimasi tonase buangan harian di periode lebaran 1.120 ton per hari," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Dedy Setiono saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
Dia mengatakan angka tersebut merujuk data estimasi berat dari daftar pembuangan selama periode libur lebaran pada 18-24 Maret 2026. Dalam penanganan sampah setiap harinya, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan mengerahkan petugas dan armada yang tersebar di 10 kecamatan.
Baca Juga :
Pasca Longsor, Butuh Waktu 10 Hari Bereskan Sampah Menumpuk di JakartaSetelah sampah dikumpulkan, kata dia, pihaknya kemudian memilah antara sampah yang dapat dikirimkan ke bank sampah atau dimanfaatkan sebagai kompos. Untuk jenis sampah organik, dapat dimanfaatkan dalam proses kompos dan magot. Lalu, residunya dikumpulkan di tempat penampungan sementara (TPS), dan selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang.
Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat konsisten dalam mengurangi produksi sampah serta memilah sampah yang dihasilkannya, sesuai Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2025, volume sampah di Jakarta mencapai rata-rata lebih dari 7.900 ton per hari. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengelola sampah tersebut melalui pengurangan di sumber dan pemrosesan di TPST Bantargebang.



