Israel Tolak Tanggung Jawab atas Tewasnya 3 Prajurit TNI di Lebanon, Malah Singgung Peran Hizbullah dan Iran

harianfajar
10 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Tiga prajurit TNI tewas dalam misi perdamaian di Lebanon selatan. Pihak Israel membantah keterlibatan langsung. Mereka menolak bertanggung jawab. Kini malah menyinggung kemungkinan peran Hizbullah dan Iran.

Ketiga prajurit itu merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang selama ini bertugas menjaga stabilitas di wilayah konflik. Namun, situasi di lapangan yang kian memanas membuat risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian semakin tinggi.

Militer Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam tahap investigasi menyeluruh. Mereka menilai belum bisa dipastikan apakah serangan berasal dari operasi militer Israel atau terkait aktivitas kelompok Hizbullah yang disebut mendapat dukungan dari Iran.

Dalam pernyataan resminya, Israel menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan zona pertempuran aktif. Oleh karena itu, mereka meminta publik internasional tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF,” tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3).

“Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran,” imbuh unggahan militer Israel tersebut.

Kronologi Insiden Mematikan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua prajurit TNI gugur setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL yang tengah menjalankan tugas. Sementara satu prajurit lainnya meninggal lebih dulu akibat serangan artileri yang mengenai posisi kontingen Indonesia di wilayah Adshit al-Qusyar, Lebanon selatan.

Ketiga prajurit yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Pihak TNI menjelaskan bahwa ledakan terjadi secara tiba-tiba saat pasukan tengah mengawal kendaraan logistik. Insiden tersebut menyebabkan kendaraan hancur dan menimbulkan korban jiwa di lokasi kejadian.

Sejumlah Prajurit Terluka

Selain korban meninggal, beberapa prajurit lainnya juga mengalami luka-luka. Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto termasuk di antara korban yang terluka dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, tiga prajurit lain juga menjadi korban dalam rangkaian kejadian ini. Praka Rico Pramudia dilaporkan mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Para korban telah mendapatkan penanganan medis. Prajurit dengan luka ringan dirawat di fasilitas kesehatan Level I UNIFIL, sedangkan korban luka berat dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif.

Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan. TNI menyatakan akan menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL sembari terus memantau perkembangan situasi di wilayah misi.

Indonesia Kutuk Keras

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. Indonesia mendesak agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini.

“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu Indonesia melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/03).

Selain itu, pemerintah juga menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna meredakan ketegangan di kawasan.

PBB Turut Mengecam

Sekretaris Jenderal United Nations, António Guterres, turut menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Ia juga mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia.

Guterres menegaskan pentingnya seluruh pihak mematuhi hukum internasional, khususnya dalam menjamin keselamatan personel dan aset PBB yang bertugas di wilayah konflik.

Eskalasi Konflik Kian Memanas

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan. Kondisi tersebut menjadikan kawasan semakin rawan, bahkan bagi pasukan penjaga perdamaian sekalipun.

Tragedi ini menjadi pengingat nyata akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik, sekaligus menegaskan pentingnya upaya penyelesaian damai melalui jalur diplomasi internasional. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi Jadi Cabor Olimpiade, KONI Pusat Akan Pertandingkan Squash pada PON XXII 2028 Nusa Tenggara
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Berkaca dari Kasus Amsal Sitepu, Ide adalah Komponen Penting dalam Industri Kreatif
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Kebijakan WFH ASN di Tasikmalaya Terapkan Mulai 10 April 2026
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
DPR Cium Kejanggalan, Kejari Karo akan Dipanggil Terkait Kasus Amsal Sitepu Besok
• 29 menit laludisway.id
thumb
Asia Teriak Krisis Energi, China Tak Mau Jadi "Penyelamat"
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.