HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS–Kepanikan atas stok BBM dimulai dari Enrekang. Video viral SPBU sesak oleh antrean, membawa dampak ke daerah lain.
Di Maros, sejumlah SPBU dipadati pengendara, Selasa, 31 Maret 2026. Tampak sejumlah kendaraan mulai mengantre untuk bisa mendapatkan BBM. Bahkan ada yang antreannya sampai ke pinggir jalan poros.
Kepadatan ini juga diperparah karena ada beberapa SPBU yang tidak lagi melayani pengisian akibat kekosongan stok BBM subsidi. Sehingga mereka rela mendatangi SPBU lain demi mendapat BBM.
Seperti di SPBU Buttatoa dan Patung Kuda, BBM jenis Pertalite kosong. Sedangkan di SPBU lain yang masih memiliki stok BBM Pertalite terlihat ramai.
Tak hanya pengendara roda dua, roda empat hingga truk mengantre panjang. Bahkan beberapa warga membawa jeriken lima liter ikut antre. Salah satu pengendara, Jusdi, mengaku rela mengantre untuk bisa mendapatkan BBM.
“Saya antre sekitar satu jam untuk mendapat BBM. Mau tidak mau harus antre, karena stok BBM kendaraan sudah menipis sementara kita butuh. Sebab, kendaraan digunakan bekerja,” jelas Jusdi.
Pengendara lainnya, Rahmat, berupaya menghindari antrean panjang. Dia memilih membeli BBM jenis Pertamax alias nonsubsidi. “Biasanya pakai Pertalite, tapi karena antreannya panjang sekali, ya, terpaksa beli Pertamax saja,” akunya.
Pengendara lain, Bahar mengaku sempat mendatangi beberapa SPBU. Namun karena kosong ia terpaksa rela mengantre di SPBU lain. “Ya, mau tidak mau kita cari SPBU yang menjual Pertalite, meskipun harus mengantre lama,” ungkapnya.
Di Wajo, pemilik kendaraan berbondong-bondong ke SPBU. Salah satunya di SPBU Sengkang, Kecamatan Tempe. Isu kenaikan BBM nonsubsidi per 1 April 2026 memicu panic buying.
Hal itu diutarakan oleh warga Kelurahan Pattirosompe, Andi Akmal (39). Dia rela mengantre di SPBU Ammessangen untuk mengisi BBM jenis Pertalite. “Karena mau-mi naik, jadi kita beli memang-mi pol tangki,” ujarnya saat ditemui Kantor Bupati Wajo.
Apalagi, beredar informasi di media sosial X soal proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Netizen ramai memperbincangkan adanya informasi yang menyebutkan harga BBM mulai 1 April 2026 bakal naik.
Dalam postingan di X menyebutkan harga BBM jenis Pertalite Rp10 ribu menjadi Rp14 ribu per liter, Bio Solar Rp6.800 ribu menjadi Rp9.500 ribu per liter, dan Pertamax Rp13 ribu menjadi Rp17 ribu per liter.
“Itu-mi makanya banyak orang terpaksa antrean di SPBU. Kenaikan harganya bikin kaget, karena melonjak sekali,” tutur ayah 3 anak ini.
Potensi kenaikan ini dipicu oleh dinamika pasar minyak dunia, terutama akibat ketegangan yang terus berlanjut di wilayah Timur Tengah. “Masih imbas perang dunia,” ucapnya.
Pantauan FAJAR di sejumlah SPBU, Senin malam, 30 Maret, tampak kendaraan membeludak di kawasan SPBU. Baik motor dan mobil. Seperti terlihat di SPBU 74.909.91, antrean mobil mengular hingga keluar ke jalur dua Jalan Sawerigading, Amessangeng, Kelurahan Maddukelleng Kecamatan Tempe
Begitu juga di SPBU 74.909.93, antrean mobil terlihat panjang hingga keluar berjejeran di bahu jalan nasional.
Humas SPBU 74.909.93, Abd Kadir, tidak menampik kondisi banyaknya kendaraan yang memadati kawasan SPBU yang berlokasi di Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, itu.
“Mungkin akibat isu itu (kenaikan harga BBM, red). Tapi sejauh ini belum ada informasi resmi dari Pertamina,” tutupnya. (rin-man/zuk)




