Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut, akhir dari perang Iran kemungkinan sudah dekat. Pernyataan ini menandakan adanya potensi dari pembicaraan langsung antara Iran dengan AS dan meredanya konflik meski tanpa kesepakatan.
Pernyataan ini juga menggarisbawahi pernyataan Washington yang berubah-ubah dan terkadang kontradiktif tentang kapan dan bagaimana perang yang telah menewaskan ribuan orang itu dapat berakhir. Perang yang dimulai oleh AS ini juga menimbulkan kekacuan di wilayah reguonal hingga gangguan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Kami akan segera pergi," kata Trump kepada wartawan pada Selasa (31/3) waktu Amerika Serikat.
Trump mengatakan AS kemungkinan pergi dari Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan. "Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," kata Trump, ketika ditanya apakah diplomasi yang sukses merupakan prasyarat bagi AS untuk mengakhiri apa yang disebutnya "Operasi Epic Fury".
Trump akan Pidato soal Iran
Amerika Serikat sebelumnya mengancam akan mengintensifkan operasi jika Teheran tidak menerima proposal gencatan senjata yang terdiri dari 15 poin AS yang menuntut agar Iran tidak mengejar senjata nuklir atau pengayaan uranium dan sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Gedung Putih menyatakan Trump akan berpidato untuk memberikan pembaruan penting tentang Iran pada pukul 9 malam EDT pada Rabu waktu setempat.
Harga minyak anjlok lebih dari 3% usai pernyataan Trump tentang penghentian perang. indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang naik lebih dari 4,7%, kenaikan satu hari terbesar sejak November 2022.
Harga minyak dan bahan bakar yang lebih tinggi membebani keuangan rumah tangga AS dan menjadi masalah politik bagi Trump dan Partai Republiknya sebelum pemilihan paruh waktu November, dengan dua pertiga warga Amerika percaya bahwa AS harus berupaya untuk segera mengakhiri perang Iran, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada Selasa (31/3) bahwa negara-negara lain perlu membantu membuka kembali Selat Hormuz, mengulang kritik Trump yang telah menargetkan anggota NATO Inggris dan Prancis.
Rubio mengatakan kepada Fox News bahwa Washington tidak akan mengabaikan kurangnya bantuan dari anggota NATO lainnya. "Setelah konflik ini berakhir, kita harus meninjau kembali hubungan itu," katanya.
Uni Emirat Arab sedang bersiap untuk membantu AS dan sekutunya membuka Selat secara paksa, lapor Wall Street Journal pada Selasa malam. UEA sedang mengupayakan resolusi Dewan Keamanan PBB untuk tindakan tersebut dan menyarankan AS untuk menduduki pulau-pulau strategis, menurut laporan tersebut.
Garda Revolusi Iran pada hari Selasa membalas dengan ancaman baru terhadap perusahaan-perusahaan AS di wilayah tersebut mulai pukul 8 malam. Pada hari Rabu pukul 16.30 GMT di Teheran, daftar 18 perusahaan termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel , IBM, Tesla, dan Boeing tercantum.
Ketika ditanya apakah ia khawatir tentang ancaman, Trump menjawab tidak.
Puing-puing rudal menghantam beberapa daerah di Israel tengah setelah serangan roket dini pagi dari Iran. Tidak ada laporan langsung tentang korban jiwa dari pihak berwenang Israel.
Banyak dari 19 kematian Israel sejauh ini disebabkan oleh puing-puing roket yang jatuh setelah pencegatan.
Kelompok Houthi Yaman, yang bergabung dalam perang regional dalam beberapa hari terakhir, mengatakan mereka melakukan serangan rudal terhadap Israel, menggambarkannya sebagai operasi gabungan dengan Iran dan Hizbullah yang didukung Teheran di Lebanon, kolaborasi pertama antara mereka selama perang.
Militer Israel mengatakan, sistem pertahanan udara beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.
Perang ini juga menghidupkan kembali konflik antara Israel dan Hizbullah. Setidaknya tujuh orang tewas dan 24 luka-luka dalam dua serangan Israel di daerah Beirut, kata kementerian kesehatan Lebanon. Israel mengatakan mereka menargetkan dua tokoh senior Hizbullah.
Indonesia menyerukan penyelidikan atas kematian tiga pasukan penjaga perdamaiannya setelah serangan udara Israel di Lebanon selatan yang juga menewaskan jurnalis dan petugas medis.
"Kami menuntut penyelidikan langsung dari PBB, bukan hanya alasan Israel," kata perwakilan Indonesia di PBB, Umar Hadi, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan




