JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tahun 2010-2011, Serma (Purn) Muhtar Efendi, menyebut serangan Israel terhadap prajurit TNI yang menjadi anggota pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, sudah terjadi tiga kali sejak 2009.
“Susah kita memang menganalisa atau memberikan pandangan yang baik terhadap negara yang mana kalau menurut saya, tidak menghormati terhadap eksistensinya pasukan keamanan PBB, yang dalam arti ini saya sebut Israel,” kata Muhtar dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (1/4/2026).
“Karena, mohon izin, Israel melakukan tindakan seperti ini bukan sekali ini saja. Ini kalau saya tidak lupa, ini yang ketiga kali. (Tahun) 2009 sebelum waktu itu saya berdinas aktif di Lebanon, Israel juga pernah menembaki tentara kita,” lanjutnya.
Saat itu, kata Muhtar, tentara Israel menembaki prajurit TNI hanya gara-gara salah menghadap.
Baca Juga: Kisah Praka Farizal, Prajurit TNI Gugur di Lebanon yang Dikenang sebagai Anak Baik | SAPA MALAM
“Itu hanya gara-gara pada saat itu ada letupan kecil, kemudian mungkin karena tergesa-gesa sehingga anggota TNI ini kontingen dari kita ini salah menghadap,” tuturnya.
Sebagai ‘wasit’ perang, kata dia, pasukan penjaga perdamaian PBB harus menghadap ke arah yang netral, yakni tidak ke Lebanon dan tidak ke Israel.
“Pada saat itu, karena tergesa-gesa yang tadi saya sampaikan itu, anggota kita menghadap ke Israel, padahal yang dikibarkan adalah bendera PBB,” tambahnya.
“Definisi daripada posisi seperti itu seolah-olah kita membela tentara Lebanon atau warga Lebanon, maka kita ditembaki oleh Israel. Itulah yang terjadi kalau kita menjadi wasit perang,” lanjutnya.
Beruntung saat itu personel TNI yang ada di perbatasan, diamankan warga Lebanon.
Pada 2024, kata dia, pasukan Israel juga menembaki markas pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia.
“Namun yang terjadi kalau tidak salah tahun 2024 pada saat itu markas kita yang sama di Aadsyid al-Qusayr itu juga ditembak oleh Israel. Kalau tidak salah, waktu itu menggunakan pansernya Israel atau apalah, yang jelas kita pernah ditembak,” kata dia.
Saat itu, lanjut dia, ada dua prajurit TNI yang terluka.
Serangan ketiga terjadi pada 29 Maret lalu, yang mengakibatkan satu prajurit TNI gugur.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- lebanon
- serangan israel
- TNI di Lebanon
- UNIFIL
- Israel serang TNI
- prajurit TNI gugur di Lebanon





