Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat akan bahaya mengkonsumsi ikan sapu-sapu yang berasal dari Sungai Ciliwung.
Staf Sub Kelompok Perikanan Budidaya Bidang Perikanan KPKP DKI Jakarta, Natalia Puspasari, mengatakan hasil uji laboratorium dari sejumlah penelitian menemukan adanya kandungan logam berat serta cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel air dan daging ikan sapu-sapu.
“Ditemukan logam berat serta cemaran bakteri E. coli pada sampel air dan daging ikan sapu-sapu,” ujar Natalia dalam keterangannya.
Apabila ikan invasif ini tidak diolah dengan tata cara yang benar, masyarakat sangat rentan terserang penyakit akut, mulai dari infeksi saluran pencernaan hingga demam.
"Kontaminasi E. coli dan Salmonella ini juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika ikan tidak diolah dengan baik," tegas Hasudungan.
Bakteri E. coli dan Salmonella memang dikenal luas sebagai biang keladi keluhan pencernaan. Gejala awal yang kerap dirasakan akibat infeksi ini meliputi kram perut hebat, mual, muntah, hingga diare parah. Selain itu, respons peradangan di dalam usus akibat bakteri ini juga sering kali memicu reaksi demam tinggi pada penderitanya.
Lebih lanjut, Natalia mengatakan, kandungan E. coli dari ikan sapu-sapu menandakan adanya pencemaran lingkungan dari habitat ikan tersebut.
“Kandungan E. coli menandakan adanya pencemaran lingkungan,” katanya.
Selain itu, Natalia juga mengatakan, jika ikan sapu-sapu dikonsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan berbagai penyakit.
“Logam berat bisa terakumulasi di tubuh jika dikonsumsi terus menerus dan menyebabkan berbagai penyakit,” lanjutnya.
Sebelumnya, fenomena maraknya ikan sapu-sapu di sungai-sungai yang ada di Jakarta viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran.
Hasudungan mengatakan, meski Pemprov DKI belum memiliki peta sebaran, namun laporan warga mengidentifikasi keberadaan ikan tersebut di Ibu Kota.
“Namun, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan warga, ikan sapu-sapu telah teridentifikasi di beberapa sungai utama seperti Sungai Ciliwung, Kali Pesanggrahan, Kali Sunter-Cipinang Melayu, Kali Semonggol, Kali Krukut serta beberapa danau dan waduk di wilayah Jakarta,” jelasnya.





