HARIAN.FAJAR.CO.ID, ENREKANG–Di Enrekang, antrean kendaraan yang menyesaki SPBU viral di media sosial. Sistuasi itu menambah kepanikan warga lainnya.
Bahkan Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga turun langsung memantau SPBU dikarenakan diserbu warga. Sembari, pihaknya berkoordinasi dengan Pertamina mengenai stok BBM.
“Kami telah mengecek langsung di SPBU. Kami mendapatkan pesan dari Pertamina, kondisi antrean disebabkan oleh panic buying atas isu-isu yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Yusuf.
Dia mengklaim bahwa stok dan suplai BBM di SPBU Enrekang dalam keadaan aman. Dalam empat hari terakhir, pengiriman BBM di Enrekang diberikan ekstra 50 persen di atas rata-rata normal hariannya.
“Dan tentu atas nama pemerintah daerah, menindaklanjuti amanah dari PT Pertamina menyampaikan kepada masyarakat agar tetap tenang. Dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan normal saja,” tutupnya.
Polisi Kawal
Di Pinrang, antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi perhatian aparat kepolisian. Kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi faktor distribusi BBM bersubsidi hingga meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran.
Jajaran Unit Tipidter Satreskrim Polres Pinrang melakukan monitoring langsung di sejumlah SPBU.
Kanit Tipidter Polres Pinrang Rexy Andri Haryanto turun langsung sebagai respons atas laporan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan.
Rexy Andri Haryanto menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengidentifikasi penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan di lokasi pengisian bahan bakar.
“Dari hasil pengecekan kami di lapangan, SPBU menyebut salah satu faktor utamanya itu karena adanya pengendalian kuota BBM bersubsidi, khususnya jenis Bio Solar, di setiap SPBU di wilayah Pinrang,” jelasnya.
Lonjakan mobilitas kendaraan, terutama angkutan umum, turut memperparah antrean di sejumlah titik. “Faktor lain yang juga memengaruhi adalah pengetatan aturan pembelian BBM bersubsidi,” tambahnya.
SPBU kini tidak lagi melayani pengisian Bio Solar menggunakan jeriken tanpa disertai surat rekomendasi resmi dari instansi terkait, seperti dinas pertanian untuk kebutuhan alat pertanian.
Pihak pengawas SPBU menyebut kondisi antrean ini tidak hanya terjadi di Pinrang, tetapi juga merata di berbagai daerah lain, seiring dengan kebijakan distribusi dan meningkatnya permintaan BBM nasional.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi di lapangan tetap aman dan kondusif. Polres Pinrang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengantre dan mengikuti aturan yang berlaku demi kelancaran bersama.
“Monitoring akan terus kami lakukan guna mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar selama periode Lebaran,” tutupnya. (ams/zuk)





