FAJAR, MAKASSAR — Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar memulai pembangunan Masjid Hajjah Suryani Megarezky. Dimulai dengan prosesi peletakan batu pertama yang digelar di pelataran parkir Unimerz/Polimerz, Rabu (1/4/2026). Pembangunan tersebut merupakan upaya mengintegrasikan pendidikan, spiritualitas, dan pembentukan karakter.
Kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Pengurus YPI Mega Rezky Makassar, Direktur dan civitas akademika Politeknik Kesehatan Megarezky, Rektor dan Wakil Rektor Universitas Megarezky, Kepala Sekolah SMK Megarezky, serta Ketua Yayasan Abigail Preschool Makassar.
Prosesi tersebut menandai dimulainya pembangunan infrastruktur keagamaan yang diproyeksikan tidak hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembentukan nilai, etika, dan praksis sosial di lingkungan Yayasan Pendidikan Mega Rezky Makassar. Dalam kerangka pendidikan kontemporer, keberadaan masjid di lingkungan kampus dipandang sebagai bagian dari penguatan dimensi afektif dan spiritual dalam proses pembelajaran.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar, Adv. Moch Noer Alim Qalby, S.H., LL.M dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan Masjid Hajjah Suryani Megarezky merupakan bagian dari strategi institusional dalam membangun ekosistem pendidikan yang integratif.
“Masjid ini kami rancang tidak semata sebagai fasilitas ibadah, tetapi sebagai pusat internalisasi nilai-nilai keislaman, penguatan etika sosial, serta ruang interaksi yang produktif bagi civitas akademika. Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak terfragmentasi antara aspek intelektual dan spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan masjid tersebut juga diharapkan menjadi medium untuk memperkuat kohesi sosial di lingkungan kampus, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Direktur Politeknik Kesehatan Megarezky, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes. menilai bahwa kehadiran masjid di lingkungan pendidikan kesehatan memiliki relevansi yang kuat dalam membentuk profesionalisme berbasis nilai.
“Dalam perspektif pendidikan kesehatan, kompetensi tidak hanya diukur dari aspek kognitif dan keterampilan teknis, tetapi juga dari dimensi etik dan empati. Masjid dapat menjadi ruang pedagogis yang memperkuat pembentukan karakter tersebut melalui internalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurutnya, integrasi antara pendidikan formal dan pembinaan spiritual menjadi semakin penting di tengah dinamika sosial yang kompleks, terutama dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan peletakan batu pertama ini berlangsung dalam suasana khidmat dan reflektif, menandai komitmen bersama seluruh unsur lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar untuk membangun lingkungan akademik yang holistik. Pembangunan masjid direncanakan berlangsung secara bertahap dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ke depan, Masjid Hajjah Suryani Megarezky diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pengembangan diskursus keislaman, kegiatan sosial, serta penguatan budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai etika dan kemanusiaan. (*)





